Sunday, March 17, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Surplus Neraca Dagang, IHSG Diproyeksikan Cerah


Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bertengger di zona hijau mengawali perdaganganya hari ini. Performa IHSG diproyeksikan melaju positif seiring neraca perdagangan Indonesia menunjukkan angka surplus.
Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan, IHSG bergerak menguat didorong optimisme investor setelah data neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD 0,33 miliar di Februari.
"Angka surplus ini dianggap positif oleh investor dikarenakan beberapa bulan terakhir mengalami defisit," ujarnya di Jakarta, Senin (18/3/2019).
Adapun pada hari ini, IHSG diramal menutup perdagangan di zona positif di rentang support dan resistance 6.423-6.493

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook

Sementara itu, menguatnya mata uang rupiah terhadap dolar AS dinilai menjadi faktor penggerak IHSG akan ditutup menguat di bursa saham hari ini.
"Selain itu, potensi pasar Asia terbuka lebar untuk menguat hari ini. Kian kuat katalis positif bagi IHSG setidaknya dapat menjadi dukungan ke zona hijau," ujar menambahkan Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya.
Untuk hari ini, dia memprediksi IHSG bakal berlabuh di kisaran level 6336 - 6498.
Untuk saham laik dikoleksi, hari ini dirinya menganjurkan saham PT Astra International Tbk (ASII) PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
Sedangkan Dennies menyarankan saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), serta PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Investor Asing Borong Saham, IHSG Ditutup Menguat ke 6.461,18

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat lalu. Investor asing melakukan aksi beli pada perdagangan menjelang akhir pekan.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (15/3/2019), IHSG menguat 47,91 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.461,18. Indeks saham LQ45 naik 1,06 persen ke posisi 1.014,80. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali Pefindo25.
Sebanyak 227 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 176 saham melemah sehingga penguatan IHSG tertahan. Di luar itu, 123 saham diam di tempat.
Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.489,19 dan terendah 6.419,64.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 404.828 kali dengan volume perdagangan saham 15 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun. 
Investor asing beli saham Rp 433 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.259.
Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham barang aneka industri turun 0,60 persen, sektor saham pertambangan merosot 0,23 persen dan sektor saham perkebunan turun 0,19 persen.
Sektor saham industri dasar naik 2,35 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan mendaki 1,29 persen dan sektor saham manufaktur menguat 0,74 persen.
Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain saham BHIT naik 14,81 persen ke posisi Rp 93 per saham, saham RMBA melonjak 10 persen ke posisi Rp 418 per saham, dan saham BBYB meroket 9,92 persen ke posisi Rp 288 per saham.
Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham GAMA turun 33,73 persen ke posisi Rp 55 per saham, saham STAR merosot 23,97 persen ke posisi Rp 92 per saham, dan saham DNAR tergelincir 15,58 persen ke posisi Rp 260 per saham.

Thursday, March 14, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Bursa Asia Kompak Menghijau, IHSG Menguat Terbatas


Index News Update, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau menjelang akhir pekan ini. Penguatan IHSG ini ikuti bursa Asia yang menguat.
Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik tipis 6,91 poin atau 0,1 persen ke posisi 6.420,18. Laju IHSG terus menguat pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS. IHSG menanjak 20,46 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.433,73.
Sebanyak 140 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 54 saham melemah dan 125 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.440,94 dan terendah 6.419,64.
BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 15.137 kali dengan volume perdagangan 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 352,3 miliar. Investor asing jual saham Rp 16,23 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.305.
    Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham aneka industri melemah 0,46 persen, sektor saham pertanian dan tambang kompak susut 0,09 persen.
    Sektor saham keuangan memimpin kenaikan dengan bertambah 0,79 persen. Sementara itu, sektor saham industri dasar menanjak 0,60 persen dan sektor saham infrastruktur mendaki 0,36 persen.
    Saham-saham cetak top gainers antara lain saham KOIN naik 21,32 persen, saham WICO menguat 8,62 persen, dan saham ERTX menguat 7,14 persen.
    Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham CINT turun 7,14 persen ke posisi 260 per saham, saham LRNA merosot 4,5 persen ke posisi 106 per saham dan saham GAMA susut 1,2 persen ke posisi 82 per saham.
    Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,32 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,91 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 1,04 persen.
    Sementara itu, indeks saham Shanghai naik 1,23 persen, indeks saham Singapura bertambah 0,31 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,56 persen.

    Prediksi Analis

    Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Rilis data neraca perdagangan akan pengaruhi laju IHSG.
    Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data ekonomi neraca perdagangan yang disinyalir dalam kondisi cukup baik. Hal ini dapat menjadi faktor yang dapat menopang kenaikan lanjutan pada IHSG.
    "Hari ini IHSG berpotensi menguat di kisaran 6.336-6.498," ujar William dalam catatannya, Jumat 15 Maret 2018.
    Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih berpeluang menguat menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.378-6.430.
    "Secara teknikal IHSG berhasil konfirmasi pola piercing line dengan menguat kembali menguji moving average 50 dan 20 sebagai resistance terdekat. Indikator stochastic golden cross dan mulai keluar dari area jenuh beli dengan pergerakan yang cukup optimis," ujar dia.
    Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
    Sedangkan William memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

    INDEX NEWS UPDATE - IHSG Berpeluang Naik, Cermati Saham Pilihan Ini


    Index News Update, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Rilis data neraca perdagangan akan pengaruhi laju IHSG.
    Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG akan diwarnai oleh rilis data ekonomi neraca perdagangan yang disinyalir dalam kondisi cukup baik. Hal ini dapat menjadi faktor yang dapat menopang kenaikan lanjutan pada IHSG.
    "Hari ini IHSG berpotensi menguat di kisaran 6.336-6.498," ujar William dalam catatannya, Jumat (15/3/2019).
    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG masih berpeluang menguat menjelang akhir pekan ini. IHSG akan bergerak di kisaran 6.378-6.430.
      "Secara teknikal IHSG berhasil konfirmasi pola piercing line dengan menguat kembali menguji moving average 50 dan 20 sebagai resistance terdekat. Indikator stochastic golden cross dan mulai keluar dari area jenuh beli dengan pergerakan yang cukup optimis," ujar dia.
      Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
      Sedangkan William memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

      Penutupan Perdagangan Saham Kemarin

      Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis ini. Penguatan IHSG itu terjadi di tengah aksi jual investor asing.
      Pada penutupan perdagangan saham Kamis 14 Maret 2019, IHSG menguat 35,69 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.413,26. Indeks saham LQ45 naik 0,81 persen ke posisi 1.004,18. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
      Sebanyak 221 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 179 saham melemah sehingga penguatan IHSG tertahan. Di luar itu, 139 saham diam di tempat.
      Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.413,26 dan terendah 6.372,96.
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 461.669 kali dengan volume perdagangan saham 14,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,7 triliun.
      Investor asing jual saham Rp 233 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.267.
      Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham barang konsumsi turun 0,52 persen dan sektor saham perdagangan merosot 0,11 persen.
      Sektor saham industri dasar naik 2,03 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri mendaki 2,02 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,91 persen.
      Saham-saham yang menguat antara lain saham STAR naik 23,47 persen ke posisi Rp 121 per saham, saham APII melonjak 21,11 persen ke posisi Rp 218 per saham, dan saham WIIM meroket 13,77 persen ke posisi Rp 314 per saham.
      Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham INPP turun 20,11 persen ke posisi Rp 715 per saham, saham APEX merosot 10,33 persen ke posisi Rp 980 per saham, dan saham CANI tergelincir 14,04 persen ke posisi Rp 196 per saham.

      Sumber : Liputan 6

      Tuesday, March 12, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - IHSG Berpeluang Menghijau, Awasi Saham Pilihan Ini


      Index News Update, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
      Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG menanti rilis data ekonomi neraca perdagangan yang akan dilansir dalam dua hari mendatang.
      Diperkirakan neraca dagang Indonesia masih cukup baik sehingga dapat menopang kenaikan IHSG. Sedangkan fluktuasi harga komoditas masih akan turut memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG.
      "IHSG berpotensi bergerak dalam zona positif di kisaran 6.336-6.498,” ujar dia dalam catatannya, Rabu (12/3/2019).
      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pergerakan IHSG masih terbuka lebar untuk menguat. Hal ini melihat pergerakan IHSG secara teknikal. Pada perdagangan saham Selasa kemarin, IHSG melemah 0,20 persen ke posisi 6.353,77.
        "Berdasarkan indikator, MACD mendekati area negatif. Meski pun demikian, RSI sudah menunjukkan oversold, sedangkan stochastic sudah berhasil membentuk golden cross di area oversold, dengan demikian potensi rebound pada pergerakan IHSG masih terbuka lebar," kata dia.
        Nafan prediksi, IHSG bergerak di kisaran 6.301-6.430 pada Rabu pekan ini.
        Adapun saham pilihan antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Adhi Karya Tbk (Adhi).
        Sedangkan Nafan memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

        IHSG Melemah pada Perdagangan Saham Kemarin

        Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu beranjak dari zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Aksi jual investor asing menekan IHSG.
        Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 12 Maret 2019, IHSG turun 12,66 poin atau 0,20 persen ke posisi 6.353,77. Indeks saham LQ45 susut 0,14 persen ke posisi 994,02. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Padahal pada awal sesi, IHSG sempat menghijau. IHSG naik ke posisi 6.395.
        Sebanyak 255 saham melemah sehingga menekan IHSG. 151 saham menguat dan 130 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.404,43 dan terendah 6.339,96.
        Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 409.557 kali dengan volume perdagangan 12,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,2 triliun. Investor asing jual saham Rp 344,21 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 14.265.
        Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,55 persen, sektor saham infrastruktur mendaki 0,31 persen dan sektor saham manufaktur menguat 0,01 persen.
        Sedangkan sektor saham industri dasar terpangkas 1,13 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham perdagangan melemah 0,86 persen dan sektor saham keuangan merosot 0,40 persen.
        Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham ANDI menguat 14,96 persen ke posisi 1.575 per saham, saham CAMP menanjak 13,73 persen ke posisi 580 per saham, dan saham GAMA melonjak 34 persen ke posisi 67 per saham.
        Sedangkan saham-saham yang melemah antra lain saham JAYA merosot 15,98 persen ke posisi 284 per saham, saham APII turun 15 persen ke posisi 187 per saham, dan saham SRTG turun 13,81 persen ke posisi 3.870 per saham.
        Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,46 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,89 persen, indeks saham Jepang Nikkei naik 1,79 persen.
        Selain itu, indeks saham Thailand mendaki 0,30 persen, indeks saham Shanghai menanjak 1,1 persen, indeks saham Singapura menguat 0,65 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,91 persen.

        Thursday, March 7, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - Investor Asing Borong Saham, IHSG Dibuka Menguat ke 6.540,80


        Index News Update, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Rabu ini. Di Pagi ini, investor asing borong saham Rp 10 miliar di total pasar. 
        Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (6/3/2019), IHSG menguat 19,52 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.560,80. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat 19,52 poin atau 0,50 persen ke level 6.540,80.
        Indeks saham LQ45 juga menghijau 0,47 persen ke posisi 1.012,55. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat kecuali Pefindo25 yang turun 0,44 persen.
        Sebanyak 70 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 19 saham melemah dan 67 saham diam di tempat.
        Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.463,42 dan terendah 6.459,41.
        Total frekuensi perdagangan saham cuku tipis yaitu 5.772 kali dengan volume perdagangan 659 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 200 miliar.
        Investor asing borong saham Rp 10 miliar di total pasar. Sementara rupiah di posisi 14.132 terhadap Dolar Amerika Serikat.
        Sektor yang menguat antara lain tambang yang naik 0,50 persen dan catatkan penguatan terbesar. Disusul oleh sektor keuangan yang naik 0,40 persen dan sektor aneka industri menguat 0,32 persen.
        Saham-saham yang cetak keuntungan antara lain saham OCAP naik 21,05 persen ke posisi Rp 690 per saham, saham CSIS menanjak 17,83 persen ke posisi Rp 186 per saham, dan saham INPP menguat 9,72 persen ke posisi Rp 845 per saham.
        Sedangkan saham-saham yang menekan IHSG antara lain LPPF turun 19,86 persen ke level Rp 3.400 per saham, PKPK turun 6,73 persen ke level Rp 97 per saham, saham BCAP turun 5,56 persen ke level Rp 170 per saham.

        Prediksi Analis

        Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan memperkirakan, IHSG tertekan dengan pada level 6.405-6.481. Menurut dia, tren pelemahan terbatas hari ini akan mendekati support yang cukup kuat di sekitar moving average atau rata-rata harian 50.
        "Secara teknikal, pola IHSG membentuk pattern evening star. Ini mengindikasikan tren pelemahan masih akan berlanjut," ujar dia di Jakarta, Rabu (6/3/2019).  
        Senada, Fund Manager PT Valbury Capital Management Suryo Narpati mengatakan IHSG akan terkoreksi di bursa saham. Kata dia, pelemahan IHSG rentan terbawa arus sentimen global hari ini.
        "Di tengah kemajuan dalam perundingan perdagangan Amerika-Cina yang sebelumnya mampu memberikan ketenangan bagi pelaku pasar global, namun sentimen ini nampak mulai mereda yang ditandai oleh melemahnya saham AS pada perdagangan Senin. Ini dapat mendorong pasar saham terutama Asia akan terdampak," kata dia.
        Adapun ia memperkirakan, IHSG berada di rentang support dan resistance di 6.472-6.521.

        Sumber : Liputan 6
        Create   : Ed

        Tuesday, March 5, 2019

        INDEX NEWS - Investor Asing Borong Saham, IHSG Dibuka Menguat ke 6.540,80

        Index News Update, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada perdagangan saham Rabu ini. Di Pagi ini, investor asing borong saham Rp 10 miliar di total pasar. 
        Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (6/3/2019), IHSG menguat 19,52 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.560,80. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat 19,52 poin atau 0,50 persen ke level 6.540,80.
        Indeks saham LQ45 juga menghijau 0,47 persen ke posisi 1.012,55. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat kecuali Pefindo25 yang turun 0,44 persen.
        Sebanyak 70 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 19 saham melemah dan 67 saham diam di tempat.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook

        Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.463,42 dan terendah 6.459,41.
        Total frekuensi perdagangan saham cuku tipis yaitu 5.772 kali dengan volume perdagangan 659 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 200 miliar.
        Investor asing borong saham Rp 10 miliar di total pasar. Sementara rupiah di posisi 14.132 terhadap Dolar Amerika Serikat.
        Sektor yang menguat antara lain tambang yang naik 0,50 persen dan catatkan penguatan terbesar. Disusul oleh sektor keuangan yang naik 0,40 persen dan sektor aneka industri menguat 0,32 persen.
        Saham-saham yang cetak keuntungan antara lain saham OCAP naik 21,05 persen ke posisi Rp 690 per saham, saham CSIS menanjak 17,83 persen ke posisi Rp 186 per saham, dan saham INPP menguat 9,72 persen ke posisi Rp 845 per saham.
        Sedangkan saham-saham yang menekan IHSG antara lain LPPF turun 19,86 persen ke level Rp 3.400 per saham, PKPK turun 6,73 persen ke level Rp 97 per saham, saham BCAP turun 5,56 persen ke level Rp 170 per saham.

        Prediksi Analis

        Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan memperkirakan, IHSG tertekan dengan pada level 6.405-6.481. Menurut dia, tren pelemahan terbatas hari ini akan mendekati support yang cukup kuat di sekitar moving average atau rata-rata harian 50.
        "Secara teknikal, pola IHSG membentuk pattern evening star. Ini mengindikasikan tren pelemahan masih akan berlanjut," ujar dia di Jakarta, Rabu (6/3/2019). 

        Senada, Fund Manager PT Valbury Capital Management Suryo Narpati mengatakan IHSG akan terkoreksi di bursa saham. Kata dia, pelemahan IHSG rentan terbawa arus sentimen global hari ini.
        "Di tengah kemajuan dalam perundingan perdagangan Amerika-Cina yang sebelumnya mampu memberikan ketenangan bagi pelaku pasar global, namun sentimen ini nampak mulai mereda yang ditandai oleh melemahnya saham AS pada perdagangan Senin. Ini dapat mendorong pasar saham terutama Asia akan terdampak," kata dia.
        Adapun ia memperkirakan, IHSG berada di rentang support dan resistance di 6.472-6.521.

        Sumber : Liputan 6
        Create by : Ed

        Sunday, March 3, 2019

        INDEX UPDATE - Dana Asing Deras Masuk ke RI, IHSG Diperkirakan Menghijau


        Index Update, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melaju positif pada perdagangan hari ini. IHSG diprediksi melaju atau menguat di kisaran 6.475-6.514. 
        Dari global, meski Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak menandatangani kesepakatan apapun pada pertemuan AS-Korea Utara di Hanoi, Vietnam, namun kedua belah pihak berjanji akan mengadakan pertemuan lanjutan kedepannya.
        Oleh sebab itu, IHSG diprediksikan bergerak menguat mengikuti pergerakan bursa regional asia yang menyambut baik pertemuan antara Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un itu.
        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          "Selain itu, secara teknikal memang IHSG menunjukan pola bullish harami yang mengindikasikan akan terjadi penguatan dalam jangka pendek. Ini di rentang 6.475-6.514," ungkap Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan di Jakarta, Senin (4/2/2019).
          Sementara itu, dari dalam negeri, derasnya dana aliran asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia mambawa sentimen positif pada bursa saham. Adapun saat ini total dana asing yang telah masuk mencapai Rp 45 triliun.
          "Jika memang terjadi koreksi wajar dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumuasi pembelian untuk target investasi jangka panjang, namun hari ini peluang kenaikan masih terlihat pada pergerakan IHSG," jelas Analis PT Indosurya Sekuritas William Suryawijaya.
          Dia menyebutkan, kemungkinan IHSG akan diperdagangkan pada support dan resistance di level 6.418-6.585.

          Saham Pilihan

          Untuk saham rekomendasi, 6 saham yang laik dibeli pada hari ini ialah sebagai berikut:
          1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
          2. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)
          3. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
          4. PT Astra International Tbk (ASII)
          5. PT Alam Sutera Reality Tbk (ASRI)
          6. PT Adhi Karya Tbk (SFHI).