Sunday, October 13, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Awal Pekan, IHSG Diproyeksi Cerah

Index News Update, Jakarta - Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee memprediksi IHSG akan bergerak menguat pada perdagangan saham Senin (14/10/2019).
"Laba korporasi mungkin mengalami perlambatan kondisi ekonomi yang menurun. Namun Trump diyakini akan berupaya mencari solusi agar AS terhindar dari resesi ekonomi," tutur dia dalam risetnya.
Selain itu, menurutnya pasar juga akan diwarnai harapan penurunan suku bunga oleh The Fed. Itu tercermin dari harapan pasar yang naik dari 53 persen menjadi 85 persen di bulan ini.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    "Rilis angka inflasi konsumen AS September yang tak banyak berubah memberikan harapan terjadinya pemotongan suku bunga," ujarnya.
    "Hal ini diharapkan mampu mendorong perekonomian AS dan menaikan popularitas pemerintah," tambah dia.
    Sementara itu, untuk pekan ini, pasar masih akan diwarnai oleh sentimen perang dagang AS-China.
    "Pasar keuangan dunia masih tetap perlu berhati-hati akibat seringnya terjadi kegagalan negosiasi dagang kedua negara," ujarnya.
    Adapun pada awal pekan ini, pihaknya optimistis IHSG akan perkasa dengan support 5.988-6.033 dan resistance 6.154-6.230.
    Sedangkan untuk saham rekomendasi, dirinya menganjurkan investor untuk membeli saham PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

    Kapitalisasi Bursa Saham Indonesia Naik 0,97 Persen pada Pekan Lalu

    Mengawali Oktober 2019, data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif. Hal tersebut terlihat dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,73 persen menjadi 6,105.800 pada pekan ini jika dibandingkan dengan pekan lalu yang ada di posisi 6.061,252.
    Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 0,75 persen menjadi sebesar Rp 7.018,609 triliun pada pekan ini dari Rp 6.966,669 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. 

    Dikutip dari keterangan BEI, Sabtu (12/10/2019), rata-rata volume transaksi naik 0,97 persen menjadi 14,776 miliar unit saham dari 14,634 miliar unit saham selama pekan lalu.
    Sedangkan untuk rata-rata nilai transaksi mengalami penurunan 1,06 persen menjadi Rp 7.906 triliun dari Rp 7.991 triliun. Untuk rata-rata frekuensi transaksi mencatatkan turun juga sebesar 5,01 persen atau menjadi sebanyak 466.851 kali transaksi dari 491.470 ribu kali transaksi pada penutupan pekan sebelumnya.
    Sepanjang 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp 50,680 triliun dan investor asing pada Jumat (11/10/2019) kemarin mencatatkan jual bersih sebesar Rp 477,81 miliar.

    Sumber : Liputan 6

    Thursday, October 10, 2019

    INDEX NEWS UPDATE - Gagal Bangkit, IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64

    Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis pekan ini, setelah pada sesi pertengahan perdagangan IHSG sempat ke zona hijau. Nilai tukar rupiah berada di level 14.152 per dolar AS.
    Pada penutupan perdagangan saham Kamis (10/10/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 5,51 poin atau 0,09 persen ke level 6.023,64. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,14 persen ke posisi 933,42.
    Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 187 saham menguat dan 150 saham diam di tempat.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 492.988 kali dengan volume perdagangan 12,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun.
      Investor asing jual saham Rp 229,6 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.152.
      Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor saham berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor perkebunan yang turun 0,77 persen, disusul sektor barang konsumsi turun 0,63 persen dan sektor perdagangan yang turun 0,61 persen.
      Sedangkan sektor saham yang menguat diantaranya sektor konstruksi yang naik 0,87 persen, pertambangan menguat 0,73 persen dan sektor aneka industri naik 0,53 persen.
      Sementara saham-saham yang melemah sehingga menyeret IHSG anjlok antara lain OPMS yang turun 24,88 persen ke Rp 308 per saham, SUPR turun 24,07 persen ke Rp 3.250 per saham dan MREI turun 20 persen ke Rp 4.940 per saham.
      Saham-saham yang menguat antara lain KICI naik 25 persen ke Rp 340 per saham, SLIS naik 24,54 persen ke Rp 406 per saham dan TRAM naik 20,41 persen ke Rp 118 per saham.

      Tak Sesuai Prediksi

      Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada perdagangan saham Kamis (9/10/2019).
      Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memproyeksi indeks hanya mampu untuk menguat terbatas di pasar saham hari ini.
      Dari sisi global, sentimen indeks dipengaruhi oleh Permerintah China yang mengisyaratkan tidak akan mengikuti kemauan Amerika Serikat terkait negosiasi dagang.
      Selain itu, investor menilai kembali sejumlah tantangan potensial untuk menjalin pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
      Dari dalam negeri, pihaknya melihat masih minim sentimen yang mampu menopang IHSG. Sebab itu, dia memperkirakan indeks akan berada di rentang 6.015-6.062.
      Senada, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengungkapkan dari sisi teknikal, IHSG berpeluang menguat pada kisaran 5.988-6.077.
      "Pola bullish harami mengindikasikan adanya potensi penguatan," ujarnya.
      Sejumlah saham laik beli untuk hari ini menurutnya ialah saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
      Sementara itu, Dennies merekomendasikan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga 2.300-2.350 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga 3.750-3.800. 

      Sumber : Liputan 6

      Monday, October 7, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - Tak Mampu Bertahan, IHSG Ditutup Melemah ke 6.000,58

      Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini setelah pada sesi pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat. Nilai tukar rupiah berada di level 14.163 per dolar AS.
      Pada penutupan perdagangan saham Senin(7/10/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 60,66 poin atau 1 persen ke level 6.000,58. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga anjlok 1,23 persen ke posisi 931,03.
      Sebanyak 272 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 131 saham menguat dan 138 saham diam di tempat.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 441.272 kali dengan volume perdagangan 17,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.
        Investor asing beli saham Rp 6,81 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.163.
        Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 2,51 persen, disusul sektor manufaktur turun 1,75 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 1,47 persen.
        Sementara saham-saham yang melemah sehingga menyeret IHSG anjlok antara lain KBLV yang turun 24,71 persen ke Rp 256 per saham, GLOB turun 10,42 persen ke Rp 430 per saham dan NOBU turun 10,10 persen ke Rp 890 per saham.
        Saham-saham yang menguat antara lain SLIS naik 69,57 persen ke Rp 195 per saham, KRAH naik 24,87 persen ke Rp 1.180 per saham dan ARTO naik 24,64 persen ke Rp 2.630 per saham.

        * Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

        Tak Sesuai Prediksi

        Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak positif pada hari ini di pasar saham. Indeks masih dipengaruhi sejumlah sentimen global.
        Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, kepungan sentimen eksternal membuat penguatan indeks hanya akan bersifat sementara.
        "Investor kini percaya bahwa dengan data ekonomi US yang melambat justru menjadi signal bagi The Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga untuk menstabilkan ekonomi US," tuturnya di Jakarta, Senin (7/10/2019).
        Di tengah spekulasi, pihaknya memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.030-6.046 dan resistance 6.077-6.092.
        Setali tiga uang, secara teknikal Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya melihat IHSG berpeluang berlabuh ke zona hijau. Kisaranya, diprediksi bergerak 6.002 - 6.241.
        "Mengawali pekan dengan penantian rilis data perekonomian, IHSG berpotensi menguat," ujarnya.
        Adapun saham perbankan di pasar saham menurutnya laik untuk dikoleksi. Itu seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).
        Sementara itu, Dennies menganjurkan investor agar memboyong saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

        Sumber : Liputan 6

        Sunday, October 6, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - Dibayangi Sentimen Global, IHSG Diramal Bergerak Terbatas

        Index News Update, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak positif pada hari ini di pasar saham. Indeks masih dipengaruhi sejumlah sentimen global.
        Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, kepungan sentimen eksternal membuat penguatan indeks hanya akan bersifat sementara.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          "Investor kini percaya bahwa dengan data ekonomi US yang melambat justru menjadi signal bagi The Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga untuk menstabilkan ekonomi US," tuturnya di Jakarta, Senin (7/10/2019).
          Di tengah spekulasi, pihaknya memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.030-6.046 dan resistance 6.077-6.092.
          Setali tiga uang, secara teknikal Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya melihat IHSG berpeluang berlabuh ke zona hijau. Kisaranya, diprediksi bergerak 6.002 - 6.241.
          "Mengawali pekan dengan penantian rilis data perekonomian, IHSG berpotensi menguat," ujarnya.
          Adapun saham perbankan di pasar saham menurutnya laik untuk dikoleksi. Itu seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).
          Sementara itu, Dennies menganjurkan investor agar memboyong saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
           
          * Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

          Penutupan Akhir Pekan

          Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat ini. Nilai tukar dolar berada di level 14.135 per dolar Amerika Serika (AS).
          Pada penutupan perdagangan saham Jumat (2/10/2019), IHSG ditutup menguat 22,72 poin atau 0,38 persen ke level 6.061,25. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,77 persen ke posisi 942,63.
          Sebanyak 185 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 185 saham melemah dan 167 saham diam di tempat.
          Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 474.185 kali dengan volume perdagangan 14,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            Investor asing beli saham Rp 373,93 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.135.
            Dari 10 sektor pembentuk IHSG, empat sektor berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor industri dasar yang naik 1,5 persen, diikuti sektor keuangan naik 1 persen dan sektor perdagangan naik 0,96 persen.
            Sementara sektor yang turun antara lain sektor industri dasar yang anjlok 1,09 persen, sektor barang konsumsi turun 0,88 persen dan sektor konstruksui turun 0,29 persen.
            Saham-saham yang menguat antara lain GLOB naik 25 persen ke Rp 480 per saham, PAMG naik 24,6 persen ke Rp 200 per saham dan YPAS naik 12,5 persen ke Rp 468 per saham.
            Sementara saham-saham yang melemah antara lain TFCO yang turun 18,46 persen ke Rp 424 per saham, PTSP turun 16,67 persen ke Rp 4.860 per saham dan OPMS turun 14 persen ke Rp 430 per saham.

            Sumber : Liputan 6

            Thursday, October 3, 2019

            INDEX NEWS UPDATE - IHSG Anjlok, Ini Kata Sri Mulyani

            Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah pada perdagangan. IHSG terus berada di zona merah sejak sesi pembukaan pagi bahkan sempat berada di bawah 6.000.
            Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengomentari hal tersebut. Menurutnya pemerintah akan terus memperbaiki dan menjaga komitmen agar pasar Indonesia tetap menarik di mata investor.


              "Pemerintah komitmen memperbaiki kebijakan menjaga ekonomi Indonesia menghadapi tekanan yang sekarang berasal dari global," kata dia saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (3/10/2019).
              Sementara itu, dari sisi internal juga saat ini tengah ada gejolak politik. Namun dia menegaskan pemerintah mampu meyakinkan investor bahwa Indonesia masih merupakan tempat yang pas untuk berinvestasi.
              "Di regional sekarang ada political. Kita fokus harapkan sampai akhir tahun instrumen yang ada di fiskal bisa jalankan APBN sampe akhir tahun dengan baik," ujarnya.
              Kemudian, lanjutnya, upaya-upaya untuk memperbaiki iklim investasi juga akan tetap diproses dan dilaksanakan. "Artinya stabilitas makro tetap terjaga, kondisi dan policy pemerintah tetap komit," tutupnya.

              Tak Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Turun ke 6.038,52

              Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis ini. IHSG terus berada di zona merah sejak sesi pembukaan pagi.
              Pada penutupan perdagangan saham Kamis (3/10/2019), IHSG ditutup melemah 16,89 poin atau 0,28 persen ke level 6.038,52. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,67 persen ke posisi 935,42.
              Sebanyak 262 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 155 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.
              Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 501.967 kali dengan volume perdagangan 16,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,2 triliun.
              Investor asing jual saham Rp 654,07 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.173.
              Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang naik 1,52 persen. Disusul oleh sektor konstruksi naik 1,04 persen dan sektor aneka industri yang naik 0,22 persen.

              Saham yang Menguat dan Melemah

              Sementara sektor yang turun sehingga menyeret IHSG ke zona merah yaitu sektor keuangan yang anjlok 0,95 persen, sektor perkebunan turun 0,67 persen dan industri dasar turun 0,43 persen.
              Saham-saham yang menguat antara lain ARTO naik 24,85 persen ke Rp 2.110 per saham, TFCO naik 23,22 persen ke Rp 520 per saham dan NZIA naik 20,59 persen ke Rp 820 per saham.
              Sementara saham-saham yang melemah sehingga membuat IHSG melaju di jalur merah antara lain BAPI yang turun 32,43 persen ke Rp 50 per saham, KRAH turun 24,4 persen ke Rp 945 per saham dan KARW turun 11,96 persen ke Rp 81 per saham.

              Sumber : Liputan 6