Monday, September 23, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Usai Berada di Zona Hijau, IHSG Ditutup Melemah ke 6.206,19


Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan awal pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, Sebagian besar berada di zona merah.
Pada penutupan perdagangan saham Senin(23/9/2019), IHSG melemah 25,27 poin atau 0,41 persen ke level 6.206,19. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0,41 persen ke posisi 976,77.
Sebanyak 275 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 143 saham menguat dan 146 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 486.317 kali dengan volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Investor asing jual saham Rp 263,2 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.085.
    Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona merah. Hanya ada dua sektor yang menguat yaitu sektor aneka industri yang menguat 0,6 persen dan sektor keuangan yang naik 0,03 persen.
    Sementara pelemahan terdalam dialami sektor industri dasar yang anjlok 1,72 persen. Kemudian disusul sektor konstruksi yang turun 1,65 persen dan sektor manufaktur turun 0,62 persen.
    Saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain YELO yang turun 17,61 persen ke Rp 145 per saham, FILM turun 15,87 persen ke Rp 350 per saham dan PORT turun 15,20 persen ke Rp 530 per saham.
    Sementara saham-saham yang menguat antara lain OPMS naik 68,89 persen ke Rp 228 per saham, AHAP naik 34,67 persen ke Rp 101 per saham dan OKAS naik 25 persen ke Rp 270 per saham.

    Tak Sesuai Prediksi

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan saham hari ini. Dari eksternal, negosiasi dagang AS-China menjadi sentimen positif bagi laju indeks.
    "Angin segar datang dari negosiasi dagang antara China dan Amerika Serikat yang rencananya akan bernegosiasi bulan depan," tutur Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan di Jakarta, Senin (23/9/2019).
    Adapun pada hari ini pihaknya memproyeksi IHSG akan ditransaksikan di zona hijau pada rentang support 6.190-6.210 dan resistance 6.254-6.278. 
    Sementara itu, dari sisi teknikal, IHSG masih menunjukkan pola konsolidasi dengan potensi kenaikan yang mulai terlihat membesar. Ini disebabkan suppport teruji terlihat cukup kuat dipertahankan.
    "Selain memang beberapa sentimen global kami lihat cukup positif untuk mendorong penguatan IHSG," ujar Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya.
    Untuk itu, pihaknya memperkirakan IHSG berpotensi naik dengan diperdagangkan pada kisaran support 6.187 dan resistance 6.372.
    Dari sisi saham rekomendasi, sejumlah saham BUMN menurutnya menarik untuk dikoleksi di pasar saham. Itu seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
    Sedangkan Dennies justru mencermati sejumlah saham pertambangan yaitu saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).  

    Sumber : Liputan 6

    Sunday, September 22, 2019

    INDEX NEWS UPDATE - Awal Pekan, IHSG Diramal Kokoh di Zona Hijau

    Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak menguat pada perdagangan saham hari ini. Dari eksternal, negosiasi dagang AS-China menjadi sentimen positif bagi laju indeks.
    "Angin segar datang dari negosiasi dagang antara China dan Amerika Serikat yang rencananya akan bernegosiasi bulan depan," tutur Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan di Jakarta, Senin (23/9/2019).
    Adapun pada hari ini pihaknya memproyeksi IHSG akan ditransaksikan di zona hijau pada rentang support 6.190-6.210 dan resistance 6.254-6.278.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Sementara itu, dari sisi teknikal, IHSG masih menunjukkan pola konsolidasi dengan potensi kenaikan yang mulai terlihat membesar. Ini disebabkan suppport teruji terlihat cukup kuat dipertahankan.
      "Selain memang beberapa sentimen global kami lihat cukup positif untuk mendorong penguatan IHSG," ujar Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya.
      Untuk itu, pihaknya memperkirakan IHSG berpotensi naik dengan diperdagangkan pada kisaran support 6.187 dan resistance 6.372.
      Dari sisi saham rekomendasi, sejumlah saham BUMN menurutnya menarik untuk dikoleksi di pasar saham. Itu seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
      Sedangkan Dennies justru mencermati sejumlah saham pertambangan yaitu saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

      Perdagangan Pekan Lalu

      Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, Sebagian besar berada di zona merah. 
      Pada penutupan perdagangan saham Jumat (20/9/2019), IHSG melemah 12,99 poin atau 0,21 persen ke level 6.231,47. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0,21 persen ke posisi 980,76.
      Sebanyak 213 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 175 saham menguat dan 153 saham diam di tempat.
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 439.018 kali dengan volume perdagangan 16,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,9 triliun.
      Investor asing jual saham Rp 720 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.055.
      Dari 10 sektor pembentuk IHSG, Sebagian besar berada di zona merah. Hanya ada tiga sektor yang menguat yaitu perkebunan, pertambangan dan infrastruktur.
      Pelemahan terdalam dialami sektor industri dasar yang turun 0,75 persen. Kemudian disusul sektor perdagangan yang turun 0,65 persen dan sektor manufaktur turun 0,60 persen.
      Saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain HOME yang turun 25,66 persen ke Rp 84 per saham, KRAH turun 24,33 persen ke Rp 1.135 per saham dan VINS turun 24,26 persen ke Rp 103 per saham.
      Sementara saham-saham yang menguat antara lain AHAP naik 33,93 persen ke Rp 75 per saham, KPAL naik 21,43 persen ke Rp 680 per saham dan TIRA naik 17,21 persen ke Rp 286 per saham.  

      Sumber : Liputan 6

      Wednesday, September 18, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - Rupiah Berada di Level Rp 14.060 per Dolar AS, IHSG Ditutup Menguat

      Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Nilai tukar rupiah berada di level Rp 14.060 per dolar Amerika Serikat (AS).
      Pada penutupan perdagangan saham Rabu (18/9/2019), IHSG menguat 39,94 poin atau 0,64 persen ke level 6.276,63. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,60 persen ke posisi 991,84.
      Sebanyak 203 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 189 saham melemah dan 152 saham diam di tempat.
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 588.887 kali dengan volume perdagangan 13,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Investor asing jual saham Rp 139,92 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.060.
        Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor yang berada di zona merah. Pelemahan terdalam dialami sektor perkebunan yang turun 0,98 persen. Kemudian disusul sektor industri dasar yang turun 0,38 persen dan sektor perdagangan turun 0,21 persen.
        Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor aneka industri yang melompat 2,70 persen, sektor keuangan naik 1,06 persen dan sektor konstruksi naik 0,78 persen.
        Sementara saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain GLOB naik 24,62 persen ke Rp 486 per saham, SDRA naik 17,78 persen ke Rp 795 per saham dan TIRA naik 16,81 persen ke Rp 278 per saham.
        Saham-saham yang melemah antara lain SSTM yang turun 9,2 persen ke Rp 454 per saham, DNAR turun 9,02 persen ke Rp 242 per saham dan INOV turun 7,83 persen ke Rp 400 per saham.

        Sesuai Prediksi

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali naik (rebound) di pasar saham hari ini. Meski menguat, pergerakan indeks masih akan naik tipis.
        Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menilai, IHSG akan kembali rebound pada rentang support 6.300 dan resistance 6.350.
        "Secara teknikal kami melihat indeks cenderung berpeluang rebound ke 6.300 versus melanjutkan koreksi ke 6.100," ujar dia dalam risetnya di Jakarta, Rabu (18/9/2019). 
        William melanjutkan, kenyamanan investor yang masih cukup besar di pasar saham mendorong indeks secara mental dari level 6.200 ke resistance atas 6.300-6.350.
        Sementara itu, dari sisi teknikal, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Hematnya, ini memberi sinyal kenaikan bagi laju indeks.
        "Terlihat pola bullish harami, ada pattern penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG. Kami melihat IHSG akan diperdagangkan pada kisaran 6.193-6.294," papar Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama.
        Adapun sejumlah saham rekomendasi yang dapat dijadikan pertimbangan investor menurutnya ialah saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), serta saham PT Alam Sutra Reality Tbk (ASRI).
        Di sisi lain, William menganjurkan saham perbankan, yakni saham PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), serta saham PT Astra International Tbk (ASII).

        Sumber : Liputan 6

        Tuesday, September 17, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - Sempat Tertekan, IHSG Mampu Ditutup Menguat ke 6.236,43

        Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berlabuh di zona hijau meskipun di awal perdagangan mengalami tekanan. Investor asing jual saham Rp 635 miliar di pasar regular. 
        Pada penutupan perdagangan Selasa (17/9/2019), IHSG menguat 17,25 poin atau 0,28 persen ke level 6.236,43. Sementara, indeks saham LQ45 juga menguat 0,27 persen ke posisi 985,92.
        Sebanyak 213 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 181 saham melemah dan 151 saham diam di tempat.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 571.739 kali dengan volume perdagangan 14,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,8 triliun.
          Investor asing jual saham Rp 635 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.095.
          Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor menguat dan empat sektor melemah. Sektor yang menguat adalah perkebunan, barang konsumsi, konstruksi, infrastruktur, keuangan, dan perdagangan.
          Sementara saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain TFAS menguat 54,44 persen ke Rp 278 per saham, OKAS naik 34,72 persen ke Rp 260 per saham dan ITIC melonjak 25 persen ke Rp 1.250 per saham.
          Saham-saham yang melemah antara lain SDRA yang anjlok 15,62 persen ke Rp 675 per saham, TFCO turun 14,17 persen ke Rp 545 per saham dan TRST melemah 10 persen ke Rp 360 per saham.

          Tak Sesuai Prediksi

          Gerak IHSG pada hari ini tidak sesuai dengan prediksi analis. Sebelumnya, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko menilai, investor dapat berburu saham bagus di harga terendah (bargain hunting) untuk sejumlah saham big caps. 

          Saham big caps ialah saham-saham yang terhitung berkapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) besar. Salah satunya seperti PT Astra International Tbk.
          "Siklus ini dapat dimanfaatkan dengan bargaij hunting dan lapis dua pilihan. Kami melihat indeks masih akan tertekan di rentang 6.187-6.259," kata dia dalam risetnya, Selasa (17/9/2019).
          Setali tiga uang, Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi melihat indeks akan diperdagangkan melemah dalam jangka pendek menengah.
          Menurutnya, dari bullish trend, jangka menengah indeks berada di kisaran level 6.170 sebelum berbalik rebound.
          "Sehingga secara teknikal kami masih proyeksikan IHSG masih akan mengalami pelemahan dengan support resistance 6170-6263," terang dia.

          Sumber : Liputan 6