Wednesday, November 20, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Menguat ke 6.155,10

Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona hijau pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Padahal selama perdagangan berlangsung IHSG lebih banyak bergerak di zona merah.
Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (20/11/2019), IHSG ditutup menguat tipis 3,01 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.155,10. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,25 persen ke posisi 988,32.
Sebanyak 157 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 238 saham melemah dan 152 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 497.329 kali dengan volume perdagangan 11,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,3 triliun.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Investor asing beli saham mencapai Rp 121 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.095.
    Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor saham menguat dan empat sektor melemah. Penguatan dipimpin sektor perkebunan yang menguat 2,05 persen, diikuti sektor infrastruktur menguat 0,72 persen, selanjutnya sektor pertambangan naik 0,51 persen.
    Sementara sektor saham yang melemah paling tajam yaitu konstruksi yang turun 0,78 persen, sektor industri dasar melemah 0,76 persen, kemudian sektor aneka industri melemah 0,32 persen.
    Mengenai saham-saham yang menguat diantaranya BMSR yang naik 33,05 persen ke Rp 157 per lembar saham, MFMI menguat 25 persen ke Rp 545 per lembar saham dan PICO menguat 24 persen ke Rp 4.470 per lembar saham.
    Saham-saham yang melemah antara lain COWL yang turun 34,19 persen ke Rp 77 per saham, CITY melemah 32,73 persen ke Rp 111 per saham dan VRNA turun 30,69 persen ke Rp 70 per saham.

    Sesuai Prediksi

    Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini menunjukan tren penguatan dalam jangka pendek.
    Sejumlah analis kompak menilai bullish movement, akan melanjutkan penguatannya dengan bergerak di level support dan resistance di 6.125-6.210.
    "Secara teknikal rentang pelemahan sudah sangat terbatas. Pelemahan indeks belakangan juga lebih ditekan oleh ketidakpastian dari sentimen global," ungkap Analis PT Artha Sekuritas Christoper Jordan, Rabu (20/11/2019).
    Untuk hari ini, dia memproyeksi indeks akan bertengger ke zona hijau dalam kisaran 6.126-6.165.
    Setali tiga uang, Analis PT KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko mengemukakan indeks berpotensi rally (menguat).
    "Secara teknikal IHSG akan keluar dari downtren dan memicu untuk reli short term atau jangka pendek. Kemungkinan bergerak 6.080-6.150," paparnya.
    Selanjutnya investor akan terfokus pada pembicara Federal Reserve minggu ini termasuk presiden bank distrik John Williams, Loretta Mester dan Neel Kashkari
    Bankir sentral Eropa juga akan mengadakan pertemuan minggu ini termasuk Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, ketua Bundesbank Jens Weidmann, bersama dengan Yves Mersch, Luis de Guindos, Pablo Hernandez de Cos dan Philip Lane dalam pembahasan kebijakan moneter lanjutan.

    Rekomendasi Saham

    Adapun rekomendasi untuk beli saham hari ini menurut Yuganur dapat mempertimbangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), hingga saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
    Sementara itu, Christoper menyarankan investor mencermati saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Medco International Tbk (MEDC), sampai saham PT PP Tbk (PTPP).

    Sumber : Liputan 6

    Tuesday, November 19, 2019

    INDEX NEWS UPDATE - Sesuai Prediksi, IHSG Ditutup Menguat ke 6.152,62

    Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona hijau pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Investor asing jual saham mencapai Rp 189 miliar di total pasar regular. 
    Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (19/11/2019), IHSG ditutup menguat 29,46 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.152,62. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 1,20 persen ke posisi 985,89.
    Sebanyak 164 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 249 saham melemah dan 139 saham diam di tempat.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 553.787 kali dengan volume perdagangan 9,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,8 triliun.
      Investor asing jual saham mencapai Rp 189 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.090.
      Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar berada di zona hijau. Sektor yang menguat paling tinggi adalah industri dasar dengan naik 1,25 persen. Disusul sektor keuangan menguat 1,01 persen dan sektor manufaktur melonjak 0,64 persen.
      Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain JTPE naik 25 persen ke Rp 825 per saham, SINI menguat 25 persen ke Rp 925 per saham dan ESIP melonjak 24,42 persen ke Rp 535 per saham.
      Saham-saham yang melemah antara lain COWL yang turun 35 persen ke Rp 117 per saham, MPOW melemah 29,51 persen ke Rp 129 per saham dan CITY turun 25 persen ke Rp 165 per saham.

      Sesuai Prediksi

      Realisasi gerak IHSG pada hari ini sesuai prediksi. Sebelumnya, IHSG diproyeksi rebound (berbalik arah) usai tertekan akibat sentimen eksternal.
      Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menjelaskan, pelemahan indeks lebih diakibatkan oleh masih tingginya ketidakpastian dari sentimen global. 

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Sebab itu, meski IHSG mampu menguat, menurutnya penguatan indeks cenderung akan terbatas melihat saat ini IHSG berada di area oversold.
      "Peluang IHSG rebound dalam jangka pendek akan berada di rentang 6.103-6.154," ungkapnya di Jakarta, Selasa (19/11/2019).
      Seirama, Kepala Riset Reliance Sekuritas Muhammad Lanjar Nafi memprediksi IHSG akan bergerak menguat pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6100-6170.
      "Investor saat ini masih akan terus menunggu perkembangan kesepakatan perdagangan Amerika Serikat dan China," jelasnya.

      Sumber : Liputan 6

      Monday, November 18, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - IHSG Ditutup Turun ke Level 6.122,62

      Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini. Investor asing jual saham mencapai Rp 421,30 miliar di total pasar regular.
      Pada penutupan perdagangan saham, Senin(18/11/2019), IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0.12 persen ke posisi 974,21.
      Sebanyak 145 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 234 saham melemah dan 155 saham diam di tempat.
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 442.183 kali dengan volume perdagangan 8,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,4 triliun.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Investor asing jual saham mencapai Rp 421,30 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.077.
        Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang menguat, dipimpin oleh sektor pertambangan yang naik 1,52 persen. Kemudian diikuti oleh sektor perkebunan yang naik 0,21 persen dan sektor keuangan naik 0,17 persen.
        Sementara sektor yang melemah antara lain sektor infrastruktur yang anjlok 1,09 persen, sektor perdagangan turun 0,45 persen dan sektor barang konsumsi turun 0,31 persen.
        Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain FITT yang turun 34,52 persen ke Rp 55 per saham, RODA melemah 34,29 persen ke Rp 115 per saham dan ICON turun 27,27 persen ke Rp 72 per saham.
        Sementara sektor-sektor antara lain ESIP naik 25 persen ke Rp 430 per saham, SINI menguat 24,37 persen ke Rp 740 per saham dan ALMI melonjak 23,31 persen ke Rp 328 per saham.

        Tak Sesuai Prediksi

        Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwe memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat di awal pekan.
        Di pasar saham hari ini, pihaknya memproyeksi indeks akan diperdagangkan dalam kisaran support dan resistance di level 6.090-6.200.
        "Pekan ini pelaku pasar masih akan mencerna perkembangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Optimisme muncul terkait solusi perang dagang menyusul pernyataan Penasihat ekonomi Pemerintah AS Larry Kudlow, Washington dan Beijing sudah mendekati perjanjian perdagangan," tuturnya di Jakarta, Senin (18/11/2019).
        Selain itu, Hans bilang pasar juga akan memperhatikan penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, dengan audiensi televisi pertama yang menghubungkanya secara langsung dengan upaya untuk menekan Ukraina agar mengumumkan penyelidikan terhadap saingan politik domestiknya.
        "Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan Trump telah mengakui suap dalam skandal Ukraina dan menuduhnya melakukan pelanggaran yang bisa berujung pada pemakzulan di bawah Konstitusi AS. Tentu rencana pemakzulan Trump akan menjadi sentimen negative bagi pasar, karena akan menimbulkan ketidakpastian di AS," ujarnya.
        Dari sisi moneter, harapan penurunan suku bunga acuan di akhir tahun menurutnya juga telah memudar setelah Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengindikasikan kemungkinan penghentian penurunan suku bunga AS dalam kesaksian selama dua hari di hadapan Kongres AS.
        "Jerome Powell kembali menegaskan bahwa gambaran pertumbuhan ekonomi AS terlihat berkelanjutan, sehingga jalur penurunan suku bunga tidak akan berubah selama ekonomi terus bertumbuh," kata dia.
        Selain dari segi fundamental di atas, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama menyebut IHSG berpeluang menguat secara teknikal.
        Kemungkinan, IHSG berpotensi menghijau dalam kisaran support 6.086 dan resistance di level 6.117.
        Hari ini sejumlah analis kompak merekomendasikan investor untuk membeli saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA). 

        Sumber : Liputan 6

        Sunday, November 17, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - Awal Pekan, IHSG Diproyeksi Bergerak ke Zona Hijau

        Index News Update, Jakarta Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwe memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat di awal pekan.
        Di pasar saham hari ini, pihaknya memproyeksi indeks akan diperdagangkan dalam kisaran support dan resistance di level 6.090-6.200.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          "Pekan ini pelaku pasar masih akan mencerna perkembangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-China. Optimisme muncul terkait solusi perang dagang menyusul pernyataan Penasihat ekonomi Pemerintah AS Larry Kudlow, Washington dan Beijing sudah mendekati perjanjian perdagangan," tuturnya di Jakarta, Senin (18/11/2019).
          Selain itu, Hans bilang pasar juga akan memperhatikan penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, dengan audiensi televisi pertama yang menghubungkanya secara langsung dengan upaya untuk menekan Ukraina agar mengumumkan penyelidikan terhadap saingan politik domestiknya.
          "Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan Trump telah mengakui suap dalam skandal Ukraina dan menuduhnya melakukan pelanggaran yang bisa berujung pada pemakzulan di bawah Konstitusi AS. Tentu rencana pemakzulan Trump akan menjadi sentimen negative bagi pasar, karena akan menimbulkan ketidakpastian di AS," ujarnya.
          Dari sisi moneter, harapan penurunan suku bunga acuan di akhir tahun menurutnya juga telah memudar setelah Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengindikasikan kemungkinan penghentian penurunan suku bunga AS dalam kesaksian selama dua hari di hadapan Kongres AS.
          "Jerome Powell kembali menegaskan bahwa gambaran pertumbuhan ekonomi AS terlihat berkelanjutan, sehingga jalur penurunan suku bunga tidak akan berubah selama ekonomi terus bertumbuh," kata dia.
          Selain dari segi fundamental di atas, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama menyebut IHSG berpeluang menguat secara teknikal.
          Kemungkinan, IHSG berpotensi menghijau dalam kisaran support 6.086 dan resistance di level 6.117.
          Hari ini sejumlah analis kompak merekomendasikan investor untuk membeli saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

          Penutupan Pekan Lalu

          Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona hijau pada perdagangan saham Jumat ini. Investor asing jual saham mencapai Rp 20 miliar di total pasar regular.
          Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (15/11/2019), IHSG ditutup menguat 29,39 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.128,34. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 1,12 persen ke posisi 975,36.
          Sebanyak 190 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 219 saham melemah dan 136 saham diam di tempat.
          Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 435.821 kali dengan volume perdagangan 11 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,5 triliun.

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            Investor asing jual saham mencapai Rp 20 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.073.
            Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sektor yang menguat dan melemah seimbang. Sektor yang menguat adalah pertambangan, industri dasar, infrastruktur, keuangan dan manufaktur.
            Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain CITY naik 34,44 persen ke Rp 242 per saham, MPOW menguat 34,07 persen ke Rp 244 per saham dan BOSS melonjak 25 persen ke Rp 300 per saham.
            Sementara saham-saham yang melemah antara lain SQMI yang turun 25 persen ke Rp 372 per saham, DEAL melemah 24,78 persen ke Rp 865 per saham dan PURE naik 24,73 persen ke Rp 850 per saham.

            Sumber : Liputan 6