Sunday, November 16, 2025

Emas Kembali Mendominasi Investasi Indonesia: Analisis Lengkap Kinerja dan Strategi 2025 Tren “Emas Raja” di Indonesia 2025

 



PT Rifan Financindo Berjangka - Investasi emas di Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai instrumen utama dalam portofolio banyak investor. Berdasarkan laporan World Gold Council (WGC), dua dari tiga investor di Tanah Air telah memiliki emas, dan 85 % dari mereka berencana menambah investasinya dalam 12 bulan ke depan. (medcom.id)
Lebih lanjut, emas tercatat memberikan imbal hasil sangat tinggi—sekitar 32 % di tahun 2024 dan 44 % (year-to-date) di 2025 dalam denominasi rupiah. (bola.com)
Dengan fakta tersebut, kita sebagai investor perlu memahami apa yang sedang terjadi, mengapa emas naik, dan bagaimana memanfaatkan momentum ini secara optimal.


Faktor Pendorong Kenaikan Investasi Emas

1. Ketidakpastian Ekonomi Global dan Rupiah yang Tekanan

Pada saat kondisi global tak menentu, investorn cenderung mencari aset ‘safe-haven’ seperti emas. Di Indonesia, kombinasi inflasi domestik, volatilitas rupiah, dan perlambatan ekonomi global mendorong permintaan emas meningkat. (Media Keuangan)

2. Akses yang Semakin Mudah dan Digitalisasi

Kemudahan membeli emas secara digital, platform marketplace, hingga produk emas non-fisik membuat generasi muda semakin tertarik. Di kuartal pertama 2025 tercatat permintaan emas fisik naik signifikan. (emasmini.co.id)

3. Imbal Hasil yang Kompetitif

Dengan return ratusan persen (32 % – 44 %) dalam dua tahun terakhir, emas memberikan daya tarik besar dibandingkan sebagian besar instrumen keuangan domestik. (TradingView)


Analisis Kinerja Investasi Emas di Indonesia

Grafik Alur Singkat

flowchart LR

    A[2024: Naik ~32%] --> B[2025 YTD: Naik ~44%]

    B --> C[Permintaan Memuncak]

    C --> D[Akses Digital & Investor Muda Masuk]

    D --> E[Volatilitas Ekonomi Global & Rupiah]

    E --> F[Kenaikan Harga Emas Lokal]

Penjelasan Angka

  • 2024: Emas naik sekitar 32 % dalam rupiah. (kontan.co.id)
  • 2025: Hingga saat ini, emas naik sekitar 44 % dalam rupiah. (medcom.id)
  • Permintaan fisik dan digital melonjak — memperkuat likuiditas pasar emas domestik. (emasmini.co.id)

Periode Kepemilikan

Investor Indonesia yang berinvestasi emas fisik rata-rata menahan selama 4 – 10 tahun, sedangkan untuk produk berbasis sekuritas terkait emas sekitar 6 tahun. (TradingView)


Strategi Cerdas Memanfaatkan Momentum Emas

A. Diversifikasi Portofolio

Walau emas sangat menarik, tetap penting untuk tidak mengalokasikan seluruh dana ke satu aset. Emas bisa menjadi komponen lindung nilai dalam portofolio yang lebih luas.

B. Pilih Bentuk Investasi yang Tepat

  • Emas fisik (batangan, koin): baik untuk jangka panjang, tetapi perhatikan biaya pengemasan & penyimpanan. (kontan.co.id)
  • Emas digital / ETF / sekuritas emas: lebih likuid, cocok bila Anda ingin fleksibilitas. (TradingView)

C. Memanfaatkan Momen Koreksi Harga

Momen penurunan harga sesaat bisa digunakan sebagai titik masuk — strategi akumulasi secara bertahap meningkatkan potensi hasil.

D. Jangka Waktu Investasi

Dengan tren saat ini, memegang emas minimal 3 – 5 tahun ke depan dapat memberikan hasil optimal. Konsistensi lebih penting daripada timing sempurna.


Risiko dan Hal yang Perlu Diwaspadai

  • Harga emas bisa berkoreksi jangka pendek bila kebijakan moneter global berubah signifikan (misalnya kenaikan suku bunga). (TradingView)
  • Biaya penyimpanan dan keamanan untuk emas fisik bisa mengurangi imbal hasil bersih.
  • Likuiditas pasar tergantung merek dan bentuk emas — batangan besar mungkin sulit dijual cepat.

Outlook dan Proyeksi untuk 2026

  • Bila kondisi global tetap tidak menentu, dan rupiah masih tertekan, potensi lanjutan kenaikan emas tetap terbuka. (TradingView)
  • Namun, bila ada stabilisasi ekonomi global, rupiah menguat, maka kenaikan emas bisa melambat atau stabil.
  • Fokus ke sektor digital dan adopsi investorn muda akan terus menjadi katalis positif untuk pasar emas di Indonesia.

PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

No comments:

Post a Comment