Tuesday, August 6, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Dipimpin Sektor Infrastruktur, IHSG Dibuka Menguat di 6.155,82

Index News Update, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan saham Rabu pekan ini.
Pada pembukaan Rabu (6/8/2019) pukul 09.00 waktu JATS, IHSG lompat 36,35 poin atau 0,59 persen ke posisi 6.155,82. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,99 persen ke posisi 970,27. Seluruh indeks acuan berada di zona hijau.
Pada awal pembukaan perdagangan sebanyak 160 saham menguat. Selain itu 23 saham melemah dan 94 saham diam di tempat.
Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.182,54 dan terendah 6.155,82.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 10.622 kali dengan volume perdagangan 119,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 149,4 miliar.


    Investor asing beli saham Rp 5,63 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.270.
    Seluruh sektor saham menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau. Sektor saham yang lonjakannya paling tinggi yaitu sektor infrastruktur yang naik 1,84 persen. Kemudian disusul sektor industri dasar menguat 1,21 persen dan sektor keuangan naik 1,05 persen.
    Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG kembali menguat antara lain saham CARS naik 14,15 persen ke posisi Rp 242 per saham, saham KONI menguat 13,83 persen ke posisi Rp 535 per saham dan saham ALKA naik 12,11 persen ke posisi Rp 500 per saham.
    Sementara saham-saham yang melemah antara lain TRIS melemah 7,26 persen ke level Rp 230 per saham, SAPX melemah 6,47 persen ke level Rp 650 per saham dan FIRE turun 6,25 persen ke angka Rp 2.250 per saham.

    IHSG Diprediksi Anjlok ke Level 6.100

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali bergerak melemah pada perdagangan saham Rabu (7/8/2019).
    Vice President Research PT Artha Sekuritas Indonesia, Frederik Rasali memprediksi, IHSGberpeluang meradang dan berada pada level 6.042-6.177.
    "Kami memperkirakan indeks berpotensi terkoreksi. Indikator stochastic mulai melebar setelah mengalami deadcross mengindikasikan potensi pelemahan masih terbuka," tutur dia dalam risetnya di Jakarta.
    Berbeda, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama menilai IHSG berpeluang rebound untuk hari ini. Kata dia, IHSG akan bergerak mencoba menguat dengan support resistance 6.100-6.210.
    "Saat ini, indeks masih terlihat memiliki kemampuan untuk kembali dan mengalami penguatan pada perdagangan saham hari ini," terangnya.

    Saham-saham Pilihan

    Saham-saham yang menarik menurut Nafan ialah saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), serta sama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
    Di sisi lain, Frederik berpendapat investor dapat mempertimbangkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

    Sumber : Liputan 6

    Monday, August 5, 2019

    INDEX NEWS UPDATE - Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Dibuka Anjlok ke 6.053,87

    Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan saham Selasa pekan ini.
    Pada pembukaan Selasa (6/8/2019) pukul 09.00 waktu JATS, IHSG turun 119,98 poin atau 1,95 persen ke posisi 6.053,87. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 2,71 persen ke posisi 9.48,38. Seluruh indeks acuan berada di zona merah.
    Pada pembukaan perdagangan sebanyak 205 saham melemah. Selain itu 27 saham menguat dan 70 saham diam di tempat.
    Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.111,61 dan terendah 6.038,34.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 25.718 kali dengan volume perdagangan 286 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 350 miliar.
      Investor asing jual saham Rp 74 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.338.
      Seluruh sektor saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Sektor saham yang turun paling tajam yaitu sektor industri dasar yang turun 3,54 persen. Kemudian disusul sektor keuangan turun 2,91 persen dan sektor manufaktur turun 2,18 persen.
      Saham-saham yang tertekan sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain saham SMRU turun 12 persen ke posisi Rp 88 per saham, saham BEEF merosot 10,81 persen ke posisi Rp 266 per saham dan saham TKIM turun 9,09 persen ke posisi Rp 9.000 per saham.
      Sementara saham-saham yang menguat antara lain APEX melonjak 25 persen ke level Rp 750 per saham, BOSS mendaki 5,77 persen ke level Rp 1.100 per saham dan POSA naik 6,24 persen ke angka Rp 133 per saham.

      Prediksi Analis

      IHSG diprediksi rebound usai ditutup di zona merah pada perdagangan Senin kemarin. Hari ini, sejumlah analis sepakat bahwa pergerakan indeks kemungkinan akan ditutup positif pada perdagangan saham Selasa (6/8/2019).
      Analis OSO Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, IHSG berpotensi naik kembali (rebound) dalam rentang support dan resistance di level 6.110-6.317.
      "IHSG berpeluang rebound untuk perdagangan hari ini karena sudah berada di area Support," tuturnya kepada Liputan6.com, Selasa (5/8/2019).
      Dari sisi sentimen, kata Alatas, rilis konsumen Bank Indonesia (BI) hingga eksternal diperkirakan akan mempengaruhi laju IHSG pada hari ini.
      "Besok domestik ada rilis consumer confidence dan dari eksternal ada dari Amerika ada fed Brainard speech yang bisa menjadi perhatian seperti apa arah kebijakan the fed ke depan," ujarnya.
      Senada, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan memproyeksi IHSG bakal menguat di kisaran 6.082-6.361.
      "Investor dapat mengoleksi saham-saham perbankan hingga BUMN seperti PGAS," imbuhnya.

      Sumber : Liputan 6

      Sunday, August 4, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - IHSG Bakal Perkasa, Investor Dianjurkan Buru Saham Kapitalisasi Besar

      Index News Update, Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bakal perkasa pada perdagangan saham di awal pekan ini. Alasannya, tren naik mingguan terlihat pada laju indeks untuk hari ini.
      Analis Senior PT KGI Sekuritas, Yuganur Wijanarko menuturkan, aksi jual kaum beruang akibat volatilitas regional telah menahan kenaikan IHSG selama sepekan pada minggu lalu. Tetapi, secara grafik indeks hari ini mengindikasikan sinyal positif.
      "Kalau dilihat secara kacamata grafik mingguan, maka IHSG telah membentuk kaki trend naik (up-leg) untuk mendukung kenaikan berikutnya di atas level 6.400 ke 6.470-6.500," terangnya Senin (5/8/2019).

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Adapun untuk investor, dia menganjurkan untuk melakukan akumulasi positioning buy di beberapa saham big cap maupun lapis dua pilihan. Salah satunya ialah saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
        Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat mengungkapkan, IHSG secara teknikal akan bergerak menguji support dan mencoba berbalik menutup gap yang terbentuk. Kata dia, IHSG berpeluang menguat dan bergerak ke arah zona hijau dalam rentang support di level 6.301 dan resistance di level 6.372.
        Untuk saham rekomendasi, pihaknya kali ini menyarankan investor mengoleksi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), hingga saham PT United Tractors Tbk (UNTR).
        Sedangkan dari Yuganur, pihaknya menganjurkan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Waskita Beton Tbk (WSBP), PT Indotambang Raya Tbk (ITMG), serta saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

        Penutupan Jumat Lalu

        Pada penutupan perdagangan saham Jumat 2 Agustus 2019, IHSG melemah 41,36 poin atau 0,65 persen ke level 6.340,18. Indeks saham LQ45 juga turun 0,82 persen ke posisi 1.008,43.
        Sebanyak 276 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 143 saham menguat dan 138 saham diam di tempat.
        Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 398.540 kali dengan volume perdagangan 13,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun. 

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Investor asing jual saham Rp 449,17,9 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.185.
        Dari 10 sektor pembentuk IHSG, delapan sektor melemah. Pelemahan tersebut dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 1,57 persen, diikuti sektor konstruksi turun 1,48 persen, dan sektor perkebunan turun 1,14 persen.
        Sedangkan sektor yang menguat antara lain sektor aneka industri yang naik 0,44 persen dan sektor perdagangan naik 0,26 persen.
        Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain PMAG turun 24,84 persen ke Rp 466 per saham, SKYB merosot 19,33 persen ke Rp 121 per saham dan MKNT turun 14,52 persen ke Rp 53 per saham.
        Sementara saham-saham yang menguat antara lain KPAL yang naik 24,45 persen ke Rp 570 per saham, TFCO naik 24,45 persen ke Rp 570 per saham dan ARTA naik 20,60 persen ke Rp 480 per saham.

        Sumber : Liputan 6

        Thursday, August 1, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - The Fed Pangkas Suku Bunga, IHSG Diprediksi ke Zona Hijau

        Index News Update, Jakarta Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali ditutup ke zona hijau pada perdagangan saham hari ini.
        Analis PT Artha Sekuritas, Juan Harahap menilai, meski The Fed telah memangkas suku bunga acuannya, ini tak serta-merta menjadi sinyal positif yang signifikan bagi kenaikan indeks.
        Lantaran, Gubernur The Fed Jeremy Powel menyebut bahwa pemangkasan tingkat suku bunga acuan pada dini hari kemarin hanyalah sebuah penyesuaian.
        "Sebab itu, pergerakan IHSG kami perkirakan masih akan terbatas karena masih adanya tekanan dari faktor global. Ditambah lagi rilisnya beberapa laporan keuangan emiten yang dianggap dibawah ekspektasi," papar Juan dalam risetnya di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook

          Adapun pada hari ini pihaknya memproyeksikan IHSG akan bertengger di teritori positif dalam kisaran 6.368-6.400.
          Melanjutkan, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya mengungkapkan, pemangkasan suku bunga The Fed 25 basis poin sebenarnya memang telah sesuai ekspektasi pasar.
          Oleh karena itu, pihaknya optimistis indeks akan kembali reli dan ditutup dalam rentang 6272- 6488.

          Saham-saham Pilihan

          Untuk kali ini, dirinya menganjurkan investor memburu saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), hingga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
          Kemudian Juan yang menyarankan investor untuk mengoleksi saham PT Ciputra Development (CTRA), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), serta saham PT PP Tbk (PTPP).

          Sumber : Liputan 6