Monday, January 6, 2020

INDEX NEWS UPDATE - Tak Mampu Bangkit, IHSG Ditutup Anjlok ke 6.257,40

Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. Investor asing beli saham mencapai Rp 681,66 miliar di total pasar regular.
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (6/1/2020), IHSG ditutup turun 66,06 poin atau 1,04 persen ke posisi 6.257,40. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 1,1 persen ke posisi 1.010,23.
Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.300,43 dan terendah 6.252,63.
Sebanyak 282 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 132 saham menguat dan 153 saham diam di tempat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 454.449 kali dengan volume perdagangan 6,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5 triliun.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outloo
    Investor asing beli saham mencapai Rp 141,39 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.953.
    Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang turun 0,68 persen.
    Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor industri dasar yang anjlok 2,87 persen. Kemudian sektor perkebunan yang turun 2,85 persen dan sektor konstruksi turun 1,46 persen.
    Saham-saham yang melemah yang mendorong IHSG tersungkur diantaranya PCAR yang turun 25 persen ke Rp 585 per lembar saham, MTSM melemah 25 persen ke Rp 168 per lembar saham dan RODA turun 23,08 persen ke Rp 50 per lembar saham.
    Saham-saham yang menguat antara lain SQMI yang naik 24,58 persen ke Rp 294 per saham, MSKY menguat 22,48 persen ke Rp 1.335 per saham dan IBFN naik 22,31 persen ke Rp 296 per saham.

    Sesi Pembukaan

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
    Pada pra pembukaan perdagangan, Senin (23/12/2019), IHSG turun 29,96 poin atau 0,47 persen ke level 6.293,50. IHSG masih tetap berada di zona merah pada pukul 09.00 WIB. IHSG turun 40,58 poin atau 0,62 persen menjadi 6.285,58.
    Indeks saham LQ45 juga naik 1,05 persen ke posisi 1.010,49. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona merah.
    Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.300,43 dan terendah di 6.274,02.
    Sebanyak 124 saham melemah yang mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 61 saham menguat dan 140 saham diam di tempat.
    Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 21.499 kali dengan volume perdagangan 234,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 216,1 miliar.
    Investor asing jual saham Rp 13,70 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 13.950 per dolar AS.
    Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang naik 0,75 persen.
    Sedangkan sektor yang melemah yaitu aneka industri yang turun sebesar 1,31 persen. Disusul sektor industri dasar yang naik 1,30 persen dan sektor keuangan yang menguat 1,28 persen.
    Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah antara lain RODA turun 15,38 persen menjadi Rp 54 per lembar saham, INPP turun 11,05 persen menjadi Rp 765 per saham dan TGRA turun 10,79 persen menjadi Rp 124 per saham.
    Sedangkan saham-saham yang menguat diantaranya MSKY naik 18,35 persen ke level Rp 1.290 per lembar saham, OCAp naik 17,39 persen menjadi Rp 270 per lembar saham dan PSAB naik 6,21 persen menjadi Rp 308 per lembar saham.

    Sumber : Liputan 6

    Thursday, January 2, 2020

    INDEX NEWS UPDATE - Meski Dibuka Jokowi, IHSG Ditutup Tersungkur ke 6.283,58

    Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan hari pertama 2020. Hanya dua sektor saham yang berada di zona hijau membuat IHSG tersungkur.
    Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (2/1/2020), IHSG ditutup turun 15,95 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.283,58. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,28 persen ke posisi 1.011,61.
    Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.317,01 dan terendah 6.263,67.
    Sebanyak 246 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 164 saham menguat dan 156 saham diam di tempat.
    Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 364.537 kali dengan volume perdagangan 5,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,9 triliun.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Investor asing beli saham mencapai Rp 83,29 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.889.
      Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona hijau, yaitu sektor barang konsumsi yang naik 0,31 persen dan sektor keuangan naik 0,13 persen.
      Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 2,21 persen. Kemudian sektor infrastruktur yang turun 1 persen dan sektor aneka industri turun 0,85 persen.
      Sedangkan saham-saham yang melemah yang mendorong IHSG tersungkur diantaranya LMAS yang turun 27,33 persen ke Rp 109 per lembar saham, LPLI melemah 26,47 persen ke Rp 75 per lembar saham dan MFMI turun 24,68 persen ke Rp 580 per lembar saham.
      Saham-saham yang menguat antara lain RODA yang naik 34 persen ke Rp 67 per saham, DIGI menguat 23,87 persen ke Rp 2.050 per saham dan LCKM naik 23,66 persen ke Rp 324 per saham.

      Pembukaan Hari Ini

      Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan saham perdana di awal tahun ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan seremonial pembukaan perdagangan pada Kamis ini di Bursa Efek Indonesia (BEI).
      Pada pra pembukaan perdagangan, Kamis (2/1/2020), IHSG menguat 13,58 poin atau 0,22 persen ke level 6.313,12. Pada pembukaan pada pukul 09.00 WIB, IHSG masih menghijau dengan naik 13,63 poin atau 0,19 persen menjadi 6.311,57.
      Indeks saham LQ45 juga naik 0,11 persen ke posisi 1.015,25. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.
      Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.317,01 dan terendah di 6.305,39.
      Sebanyak 104 saham menguat dan mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 94 saham melemah dan 135 saham diam di tempat.
      Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 13.935 kali dengan volume perdagangan 107 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 113 miliar.
      Investor asing jual saham Rp 4 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 13.902 per dolar AS.
      Dalam pembukaan perdagangan di 2020, Jokowi meminta kepada otoritas bursa untuk mencanangkan tahun ini sebagai tahun pembersihan pasar modal dari praktek-praktek yang tidak benar seperti goreng menggoreng saham.
      "Membersihkan pasar modal dari praktek manipulatif yang sering memanipulasi, yang enggak benar dipoles, 100 dipoles jadi 1.000, jadi 4.000. Bersihkan dan hentikan ini!" kata dia.

      Sektor Pendorong

      Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor berada di zona merah. Sektor aneka industri anjlok paling parah dengan turun 0,92 persen. Kemudian diikuti oleh sektor perkebunan turun 0,44 persen dan sektor kontruksi yang turun 0,25 persen.
      Sedangkan sektor yang menguat antara lain sektor barang konsumsi yang melonjak 0,79 persen. Disusul sektor industri dasar yang naik 0,42 persen dan sektor manufaktur menguat 0,40 persen.
      Saham-saham yang menguat antara lain GLOB dengan naik 20,42 persen menjadi Rp 460 per saham, saham INAF naik 13,22 menjadi Rp 980 per saham dan NIKL menguat 11,11 ke posisi Rp 745 per saham.
      Sementara saham-saham yang melemah MFMI yang turun 24,68 persen menjadi Rp 580 per saham, XCID turun 14,13 per saham ke level Rp 79 dan VOKS turun 10,45 persem ke 360 per saham.

      Sumber : Liputan 6

      Wednesday, January 1, 2020

      INDEX NEWS UPDATE - Jokowi: Bersihkan dan Hentikan Praktik Goreng Saham!

      Index News Update, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka perdagangan saham pada 2 Januari 2020. Dalam paparannya, Jokowi mengingatkan agar aktivitas goreng menggoreng saham dihentikan.
      Kepercayaan dari berbagai pihak, lanjut Jokowi, harus dijaga dengan baik.
      "Kepercayaan yang begitu besar dari berbagai pihak harus kita jaga. Saya berpesan pads otoritas bursa, OJK, BEI, segera membersihkan bursa dari praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar," ujar Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/2/2020).

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Lebih lanjut, dirinya berkata agar otoritas bursa berhati-hati dan tetap bersih, berintegritas, berani dan melawan "yang jahat-jahat". Dirinya menegaskan, tidak boleh ada lagi goreng-goreng saham yang hanya menguntungkan sebagian pihak.
        "Jangan sampai ada lagi dari 100 digoreng-goreng jadi 1000, goreng lagi jadi 4000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun. Manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus fraud harus ditindak tegas," pungkas Jokowi.

        Transparan

        Tak lupa, Jokowi berpesan untuk menciptakan sistem transaksi yang benar-benar transparan, terpercaya dan valid. Hal ini penting agar kepercayaan investor bisa diraih.
        "Ini penting sekali. Tahun 2020 saya harapkan ini jadi momentum untuk bersihkan pasar modal dari para manipulator. Hati-hati. Bersihkan dan hentikan ini," tutupnya.

        Sumber : Liputan 6

        INDEX NEWS UPDATE - Jokowi Bakal Buka Perdagangan Saham Perdana di 2020

        Index News Update, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka perdagangan perdana saham tahun 2020 di Bursa efek Indonesia (BEI) pada Kamis ini. Selain Jokowi, akan hadir juga beberapa petinggi di dunia pasar modal seperti Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan beberapa pengusaha.
        Dikutip dari agenda BEI, Kamis (2/1/2020), Jokowi akan hadir di BEI sekitar pukul 08.30 WIB. Presiden akan melakukan penekanan layar sentuh sebagai tanda pembukaan Indeks Harg Saham Gabungan (IHSG) tahun 2020 tepat pukul 09.00 WIB. Selain itu, Jokowi juga akan melakukan pidato usai melakukan seremoni pembukaan perdagangan.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Sedangkan pada penutupan perdagangan 30 Desember 2019 kemarin, IHSG ditutup di zona merah. Hanya tiga sektor saham yang berada di zona hijau membuat IHSG tersungkur jelang pergantian tahun.
          Pada penutupan perdagangan saham, Senin (30/12/2019), IHSG ditutup turun 29,77 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.299,53. Sementara itu, indeks saham LQ45 naik 0,81 persen ke posisi 1.014,47.
          Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.336,92 dan terendah 6.289,54.
          Sebanyak 234 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 195 saham menguat dan 151 saham diam di tempat.
          Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 439.878 kali dengan volume perdagangan 15,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11 triliun.

          Sri Mulyani Tutup Perdagangan Saham 2019, IHSG Anjlok ke 6.229,53

          Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Sri Mulyani mengakui tahun ini menjadi titik berat bagi seluruh pelaku ekonomiMenteri Perdagangan Agus Supramanto secara resmi melakukan penutupan perdagangan pasar modal seiring dengan berakhirnya 2019. IHSG ditutup melemah di level 6.229,53 poin atau turun 0,47 persen dari perdagangan Jumat kemarin sebesar 6.329,31 poin.
          Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengakui tahun ini menjadi titik berat bagi seluruh pelaku ekonomi. Hal ini tercermin dari beberapa indikator ekonomi Indonesia yang menunjukan trend yang tidak begitu baik sepanjang tahun.
          "Di dalam lingkungan ekonomi global tidak pasti kita perlu saling sinergi jaga ekonomi kita. Agar pelaku ekonomi bisa terus tumbuh dan lingkungan ekonomi kita terjaga," katanya di bursa efek indonesia, Jakarta, Senin (30/12). 

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Sri Mulyani menekankan, pemerintah perlu melakukan sinergi untuk merespon setiap perubahan yang terjadi baik di dalam negeri maupun luar. Hal itu dilakukan untuk menjaga ketahanan ekonomi dari tekanan global.
          "Bagi pemerintah artinya harus lincah respon perbubahan terjadi," imbuh dia.
          Di sisi lain, Bendahara Negara ini juga mengapresiasi kinerja positif pasar modal Indonesia sepanjang 2019. Menurut dia, di tengah bursa efek negara lain mencatat petumbuhan negatif, pasar modal Tanah Air mampu tumbuh positif sepanjang 2019.
          "Saya apresiasi jajaran bursa yang melakukan kerja keras pada tahun 2019. Jumlah investor saham 2,4 juta tumbuh 40 persen dari 2018. Ini dilakukan disaat OJK dan BEK bersih bersih dari transaksi tidak baik bisa mencederai," katanya.
          Dia menambahkan, pasar modal Indonesia akan tumbuh apabila reputasi dan regulasi dari regulator berjalan efektif. Dia pun berharap agar pembukaan perdagangan pasar modal pada Kamis (2/1) mendatang juga mampu memberikan kinerja postif

          Sumber : Liputan 6