Tuesday, January 21, 2020

INDEX NEWS UPDATE - IHSG Ditutup Melemah, Sektor Perkebunan Anjlok 1,98 Persen


Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. IHSG dibuka menguat tetapi di tengah perdagangan mengalami tekanan.
Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (21/1/2020), IHSG ditutup turun tipis 6,89 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.238,15. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 0,07 persen ke posisi 1.022,67.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.257,88 dan terendah 6.226,06.
    Sebanyak 257 saham anjlok sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 145 saham menguat dan 151 saham diam di tempat.
    Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 428.472 kali dengan volume perdagangan 10,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6 triliun.
    Investor asing jual saham mencapai Rp 429,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.658.
    Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada tiga sektor yang menguat yaitu aneka industri, infrastruktur dan keuangan.
    Sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 1,98 persen. Kemudian sektor kontruksi yang turun 1,17 persen dan sektor pertambangan turun 0,52 persen.
    Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah diantaranya PADI yang turun 34,78 persen ke Rp 75 per lembar saham, PTIS melemah 34,35 persen ke Rp 86 per lembar saham dan AMIN turun 24,21 persen ke Rp 288 per lembar saham.
    Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain BAJA yang naik 33,85 persen ke Rp 87 per saham, GDST menguat 33,82 persen ke Rp 91 per saham dan KAYU naik 24,44 persen ke Rp 91 per saham.

    Sesi Pembukaan

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan Selasa pekan ini. Investor asing beli saham Rp 1,51 miliar di pasar regular.
    Pada prapembukaan perdagangan, Selasa(21/1/2020), IHSG menguat 6,95 poin atau 0,1 persen ke level 6.251,99. Namun pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG turun 1,48 poin atau 0,03 persen ke level 6.244,59.
    Indeks saham LQ45 juga turun 0,08 persen ke posisi 1.021,32. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah.
    Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.254,67 dan terendah di 6.239,28.
    Sebanyak 86 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 82 saham melemah dan 100 saham diam di tempat.
    Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 21.580 kali dengan volume perdagangan 154,9 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 120 miliar. 

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Investor asing beli saham Rp 1,51 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.660 per Dolar AS.
    Dari 10 sektor pembentuk hanya dua sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor perkebunan yang naik 0,42 persen dan sektor infrastruktur yang melonjak 0,11 persen
    Sedangkan sektor yang melemah dipimpin sektor industri dasar yang turun 0,53 persen. Kemudian diikuti sektor manufaktur turun 0,44 persen dan sektor konstruksi melemah 0,42 persen.
    Saham-saham yang melemah diantaranya HDFA yang turun 7,58 persen ke Rp 122 per lembar saham, FITT turun 7,37 persen ke Rp 88 per lembar saham dan ZBRA melemah 11,34 persen ke Rp 86 per lembar saham.
    Sementara saham-saham yang menguat namun tak mampu mendorong IHGS ke zona hijau, antara lain AMAR naik 24,44 persen menjadi Rp 560 per lembar saham, LUCK naik 11,82 persen menjadi Rp 630 per lembar saham dan FIRE menguat 10,34 persen menjadi Rp 256 per lembar saham.

    Sumber : Liputan 6

    Monday, January 20, 2020

    INDEX NEWS UPDATE - IHSG Ditutup Anjlok ke Level 6.245,04


    Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.645 per dolar AS.
    Pada penutupan perdagangan saham, Senin (20/1/2020), IHSG ditutup turun 46,61 poin atau 0,74 persen ke posisi 6.245,04. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,74 persen ke posisi 1.022,01.
    Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.312,98 dan terendah 6.240,19.
    Sebanyak 286 saham anjlok sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 124 saham menguat dan 136 saham diam di tempat.
    Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 455.871 kali dengan volume perdagangan 7,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Investor asing jual saham mencapai Rp 220,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.645.
      Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Sektor yang melemah dipimpin oleh sektor pertambangan yang anjlok 1,73 persen. Kemudian sektor perkebunan yang turun 1,4 persen dan sektor konstruksi turun 0,96 persen.
      Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah diantaranya SONA yang turun 20 persen ke Rp 4.800 per lembar saham, RELI melemah 19,28 persen ke Rp 134 per lembar saham dan KAYU turun 19,1 persen ke Rp 72 per lembar saham.
      Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain ZBRA yang naik 34,72 persen ke Rp 97 per saham, AMAR menguat 25 persen ke Rp 450 per saham dan LUCK naik 24,44 persen ke Rp 560 per saham.

      Sesi Pembukaan

      Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Hanya satu sektor saham yang berada di zona merah
      Pada prapembukaan perdagangan, Senin(20/1/2020), IHSG menguat 18,84 poin atau 0,30 persen ke level 6.310,50. Penguatan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB dengan naik 19,11 poin atau 0,32 persen ke level 6.309,13.
      Indeks saham LQ45 juga naik 0,43 persen ke posisi 1.033,11. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.
      Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.312,90 dan terendah di 6.303,64.
      Sebanyak 128 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 47 saham melemah dan 125 saham diam di tempat.
      Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 17.248 kali dengan volume perdagangan 113,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 77,2 miliar.
      Investor asing beli saham Rp 9,52 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.655 per Dolar AS.
      Dari 10 sektor pembentuk [IHSG](https://www.liputan6.com/bisnis/read/4155036/9-sektor-menghijau-ihsg-dibuka-naik-ke-631390?source=search ""), hanya satu yang berada di zona merah yaitu sektor industri dasar yang turun 0,13 persen,
      Sedangkan sektor yang menguat dipimpin sektor keuangan yang naik 0,55 persen. Kemudian diikuti sektor infrastruktur naik 0,52 persen dan sektor aneka industri melemah 0,34 persen.
      Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHGS ke zona hijau, antara lain APEX naik 19,40 persen menjadi Rp 320 per lembar saham, PADI naik 12,78 persen menjadi Rp 151 per lembar saham dan ZBRA menguat 12,5 persen menjadi Rp 81 per lembar saham.
      Sementara saham yang melemah diantaranya ENVY yang turun 14,29 persen ke Rp 510 per lembar saham, GDST turun 7,14 persen ke Rp 65 per lembar saham dan TRIN melemah 5,62 persen ke Rp 302 per lembar saham. 

      Sumber : Liputan 6

      Sunday, January 19, 2020

      INDEX NEWS UPDATE - Tren Kenaikan Harga Emas Bakal Berlanjut

      Index News Update, Jakarta - Para pengamat dan pelaku pasar mengahrapkan harga emas terus melambung pada perdagangan di pekan ini. Pada minggu sebelumnya, harga emas terus mendaki.
      Dikutip dari Kitco, Senin (20/1/2020), 13 analis mengikuti survei yang dijalankan Kitco. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 analis atau 77 persen memperkirakan harga emas akan naik.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Tak satupun analis yang memperkirakan harga emas akan jatuh. sedangkan tiga analis atau 23 persen memperkirakan harga emas akan mendatar.
        Sementara itu, 820 pelaku pasar ikut ambil bagian dalam suvei yang dijalankan oleh Kitco. Sebanyaj 475 pelaku pasa atau 58 persen mengatakan bahwa harga emas akan naik.
        Selain itu, sebanyak 208 pelaku pasar mengatakan bahwa harga emas akan tertekan atau mengalami penurunan. Di luar itu, sebanyak 137 pelaku pasar atau 17 persen menyatakan bahwa harga emas akan mendatar.
        Pada pekan lalu, harga emas berjangka untuk pengiriman Februari di pasar Comex mengalami kenaikan ke level tertinggi selama tujuh tahun di USD 1.613,30 per ounce. Kenaikan tersebut terjadi saat dunia khawatir tentang perang antara AS dan Iran.
        Harga kemudian turun kembali karena ketegangan menurun, mencapai USD 1.536,40 per ounce sehari kemudian.
        "Saya pikir harga emas akan melanjutkan kenaikan minggu depan," kata Bob Haberkorn, broker komoditas senior dari RJO Futures.
        "Itu semata-mata karena beberapa tindakan yang Anda lihat di malam hari oleh Fed dengan suntikan likuiditas yang mereka lakukan." tambah dia.

        Bursa Saham

        Meskipun pasar saham telah mencapai rekor tertinggi, beberapa investor telah beralih ke emas sebagai langkah mengamankan investasi jika-kalau saham tiba-tiba koreksi tajam lebih rendah.
        Richard Baker, editor dari Eureka Miner's Report, juga memperkirakan harga emas akan lebih tinggi di pekan in. Harga emas telah dapat naik di samping ekuitas. Dia juga mengutip suku bunga rendah.
        "Jika S&P 500 mencapai 3.350 minggu depan, emas harus berada di USD 1.580 per ounce untuk bertahan di atas," kata Baker.
        “Saya optimistis bahwa ini dimungkinkan mengingat ketidakpastian residual tentang pemilihan AS, pendapatan perusahaan, dan pertumbuhan 2019. Pilihan saya naik," tambah dia.

        Sumber : Liputan 6

        Thursday, January 16, 2020

        INDEX NEWS UPDATE - Berhasil Bangkit, IHSG Ditutup di Zona Hijau

        Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis pekan ini. IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.299,54.
        Pada penutupan perdagangan saham, Kamis(16/1/2020), IHSG ditutup naik tipis 2,68 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.286,04. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,07 persen ke posisi 1.025,80.
        Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.299,54 dan terendah 6.255,49.
        Sebanyak 195 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 189 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.
        Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 499.441 kali dengan volume perdagangan 7,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.
        Investor asing jual saham mencapai Rp 823,71 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.630.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor berada di zona hijau. Sektor perkebunan memimpin dengan naik 1,48 persen, diikuti sektor perdagangan yang naik 1,09 persen dan sektor industri dasar yang naik 0,66, persen.
          Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang anjlok 0,88 persen. Kemudian sektor infrastruktur yang turun 0,49 persen dan sektor keuangan turun 0,30 persen.
          Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain MARI yang naik 34,74 persen ke Rp 256 per saham, HKMU menguat 34,67 persen ke Rp 268 per saham dan BAJA naik 33,9 persen ke Rp 79 per saham.
          Sedangkan saham-saham yang melemah diantaranya PTIS yang turun 34,36 persen ke Rp 128 per lembar saham, PORT melemah 25 persen ke Rp 600 per lembar saham dan AMAR turun 25 persen ke Rp 480 per lembar saham.

          Sesi Pembukaan Perdagangan

          Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Sebagian sektor menguat hanya ada satu sektor yang tertekan yaitu infrastruktur.
          Pada prapembukaan perdagangan, Kamis (16/1/2020), IHSG melemah 7,4 poin atau 0,12 persen ke level 6.275,95. Pelemahan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.05 WIB dengan turun 6,54 poin atau 0,11 persen ke level 6.277,09.
          Indeks saham LQ45 juga turun 0,26 persen ke posisi 1.022,38. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah
          Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.275,95 dan terendah di 6.267,53.
          Sebanyak 74 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 96 saham menguat dan 121 saham diam di tempat.
          Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 16.710 kali dengan volume perdagangan 157,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 168,9 miliar.
          Investor asing jual saham Rp 20,93 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.670 per Dolar AS.
          Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang turun 0,33 persen dan sektor perkebunan yang turun 0,29 persen.
          Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu sektor aneka industri yang anjlok 1,31 persen. Kemudian diikuti sektor manufaktur turun 0,51 persen dan sektor konstruksi melemah 0,40 persen.
          Sementara saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah diantaranya INDO yang turun 23,81 persen ke Rp 150 per lembar saham, AMAR turun 15,62 persen ke Rp 540 per lembar saham dan SKYB melemah 14,81 persen ke Rp 69 per lembar saham.
          Sementara saham-saham yang menguat, antara lain KARW naik 25,40 persen menjadi Rp 79 per lembar saham, GLOB naik 24 persen menjadi Rp 434 per lembar saham dan KAYU menguat 17,98 persen menjadi Rp 105 per lembar saham. 

          Sumber : Liputan 6