PT Rifan Financindo Berjangka - Kami menyajikan analisis mendalam mengenai harga emas batangan di Indonesia per hari Selasa, 28 Oktober 2025, dengan fokus khusus ke pergerakan merek Galeri24 dan UBS, serta implikasi terhadap investor. Artikel ini dirancang untuk memberikan gambaran lengkap dan terperinci agar Anda bisa membuat keputusan lebih matang.
Ringkasan Eksekutif: Penurunan Harga yang Terjadi
Harga emas batangan merek Galeri24 dan UBS tercatat mengalami penurunan kompak--menunjukkan tekanan pasar yang nyata.
Contoh: Pada 23 Oktober 2025, harga 1 gram emas UBS turun menjadi Rp 2.423.000 dan Galeri24 menjadi Rp 2.413.000. (Databoks)
Sementara itu, merek Antam juga mengalami penurunan: 1 gram menjadi sekitar Rp 2.327.000 per 27 Oktober 2025. (beritasatu.com)
Dari data ini, kami memperkirakan bahwa pada 28 Oktober 2025, harga kemungkinan berada di kisaran Rp 2.300.000 – Rp 2.420.000 per gram untuk ukuran 1 gram merek-merek tersebut, tergantung pecahan dan rantai distribusi.
Tabel Rincian Harga Terkini (Perkiraan & Data Terbaru)
Merek & Pecahan Harga Terakhir Tercatat Keterangan
Galeri24 – 1 gram ± Rp 2.413.000 (23 Okt) (Databoks) Turun Rp 15.000 dari hari sebelumnya
UBS – 1 gram ± Rp 2.423.000 (23 Okt) (Databoks) Turun Rp 15.000 dari hari sebelumnya
Antam – 1 gram Rp 2.327.000 (27 Okt) (beritasatu.com) Turun Rp 23.000 dari hari sebelumnya
Antam – 0,5 gram Rp 1.213.500 (27 Okt, di Jogja) (detikcom) Ukuran terkecil, lokasi spesifik Jogja
Antam – buyback Rp 2.192.000 per gram (27 Okt) (beritasatu.com) Harga pembelian kembali
Note: Karena data spesifik untuk 28 Oktober 2025 masih belum tersebar secara penuh, angka di atas adalah proksi berdasarkan tren 23–27 Oktober 2025.
Faktor Penggerak Penurunan Harga Emas
1. Penguatan Rupiah dan Penurunan Dolar AS
Ketika nilai USD menurun atau rupiah menguat, emas dalam rupiah cenderung lebih murah karena beban konversi berkurang. Artikel-ekonomi mencatat bahwa penurunan harga emas Antam pada 22 Oktober 2025 yaitu hingga Rp 177.000 dipicu oleh faktor eksternal seperti gerakan mata uang global. (TvOne News)
2. Koreksi Pasar Emas Setelah Rekor
Per 21 Oktober 2025, Antam mencatat rekor tertinggi sekitar Rp 2.487.000 per gram. (Kontan Data Center) Setelah mencapai puncak tersebut, terjadi koreksi – menandakan bahwa pasar mencari keseimbangan baru.
3. Penawaran & Permintaan Domestik
Menurunnya minat beli investor ritel atau peningkatan pasokan bisa membuat harga turun. Data menunjukkan bahwa selisih antara harga jual dan buyback tetap signifikan – menunjukkan margin distributor masih cukup kedap. (Kontan Data Center)
4. Sentimen Global: Suku Bunga & Ekonomi
Ketika suku bunga AS naik atau ada harapan inflasi turun, emas seringkali ditekan karena daya tariknya sebagai safe-haven berkurang.
Implikasi Bagi Investor Emas & Strategi yang Disarankan
✅ Peluang & Peluang
Penurunan harga bisa jadi momen baik untuk membeli jika Anda berinvestasi jangka panjang dan ingin “entry point” yang lebih rendah.
Selisih antara harga beli dan buyback—misalnya Rp 135.000–151.000 per gram seperti tercatat hari-hari sebelumnya—menjadi indikator biaya “masuk” yang harus diperhatikan. (Kontan Data Center)
❗ Risiko & Catatan
Jika tren turun terus berlanjut, maka risiko kerugian jangka pendek untuk yang memegang posisi baru atau menjual cepat menjadi nyata.
Ukuran pecahan kecil (0,5 gram, 1 gram) memiliki spread lebih besar, sehingga biaya overhead relatif tinggi.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh

No comments:
Post a Comment