Sunday, April 14, 2019

INDEX NEWS UPDATE - Awal Sesi Perdagangan, IHSG Melonjak 21,03 Poin


Index News Update, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal perdagangan. Aksi beli investor asing dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jadi penopang IHSG.
Pada pra pembukaan perdagangan, Senin (15/4/2019), IHSG menguat 21,03 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.426,90. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 25,48 poin atau 0,40 persen ke posisi 6.431,35. Indeks saham LQ45 mendaki 0,49 persen ke posisi 1.013,39. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Sebanyak 120 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 37 saham melemah dan 112 saham diam di tempat.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.435,22 dan terendah 6.423,68. Total frekuensi perdagangan saham 12.618 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 308,9 miliar.
    Investor asing beli saham Rp 543,60 juta di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.063.
    10 sektor saham menguat di awal sesi perdagangan. Sektor saham aneka industri naik 1,6 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan menanjak 0,60 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 0,42 persen.
    Saham-saham yang menguat antara lain saham HRME naik 34,83 persen ke posisi Rp 240 per saham, saham MTPS melonjak 24,67 persen ke posisi Rp 935 per saham, dan saham MFMI mendaki 15,87 persen ke posisi Rp 730 per saham.
    Saham-saham yang tertekan antara lain saham TNCA turun 5,84 persen ke posisi Rp 290 per saham, saham IMPC merosot 3,45 persen ke posisi Rp 840 per saham, dan saham BTON tergelincir 3,12 persen ke posisi Rp 248 per saham.
    Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,18 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,72 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 1,43 persen.
    Selain itu, indeks saham Shanghai menguat 1,86 persen, indeks saham Singapura menguat 0,17 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,80 persen.

    Prediksi Analis

    Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terkoreksi pada perdagangan saham Senin, 15 April 2019.
    Analis PT Artha Sekuritas Juan Oktavianus Harahap menilai, kemungkinan IHSG diperdagangkan pada level support dan resistance di 6.389-6.452.
    "Mendekati pemilu, secara historis IHSG cenderung volatile dan pelaku pasar akan berhati-hati," ucapnya di Jakarta.
    Meski begitu, dia menambahkan, IHSG secara teknikal memasuki pola konsolidasi dengan candle berada di area lower Bollinger band sehingga ada kemungkinan rebound di area support.
    Seirama, Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat mengungkapkan, IHSG akan bergerak melemah dengan menguji support dengan range 6350-6425.
    Adapun saham yang laik dibeli menurutnya ialah saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
    Sedangkan Juan menganjurkan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

    Penutupan Perdagangan Jumat Pekan Lalu

    Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi menjelang akhir pekan ini. Aksi jual investor asing menekan laju IHSG meski terbatas.
    Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, 12 April 2019, IHSG melemah tipis 4,3 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.405,86.Indeks saham LQ45 malah naik 0,05 persen ke posisi 1.008,46.
    Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Sebanyak 232 saham melemah sehingga menekan IHSG. 136 saham diam di tempat dan 158 saham menguat.
    Jelang akhir pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.422,27 dan terendah 6.394,91.
    Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 404.797 kali dengan volume perdagangan 16,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12 triliun.
    Investor asing jual saham Rp 608,44 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.093.
    Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 1,08 persen, sektor saham manufaktur menanjak 0,09 persen dan sektor saham tambang menanjak 0,03 persen.
    Sedangkan sektor saham industri dasar melemah 1,38 persen, dan catatkan pelemahan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri tergelincir 1 persen dan sektor saham pertanian susut 0,35 persen.
    Saham-saham cetak top gainers antara lain saham HRME melonjak 69,52 persen ke posisi Rp 178 per saham, saham MTPS menanjak 25 persen ke posisi Rp 750 per saham, dan saham ABBA meroket 17,93 persen ke posisi Rp 171 per saham.
    Sementara itu, saham KIOS merosot 24,75 persen ke posisi Rp 1.110 per saham, saham CPRI melemah 23,20 persen ke posisi Rp 149 dan saham JAYA terpangkas 10,83 persen ke posisi Rp 140 per saham.
    Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,24 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,41 persen, indeks saham Jepang Nikkei melonjak 0,73 persen dan indeks saham Thailand mendaki 0,05 persen.
    Sementara itu, indeks saham Shanghai merosot 0,04 persen, indeks saham Singapura turun 0,10 persen dan indeks saham Taiwan tergelincir 0,03 persen.
    Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pelemahan IHSG masih dipengaruhi minimnya sentimen positif dari domestik.

    Sumber : Liputan 6

    Thursday, April 11, 2019

    INDEX NEWS UPDATE - Menteng Heritage Realty Bakal Jadi Pendatang Baru di BEI


    Index News Update, Jakarta PT Menteng Heritage Realty Tbk akan mencatatkan saham perdanadengan kode saham HRME di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Jumat (12/4/2019).
    Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan investasi tersebut menjadi emiten ke-10 di BEI tahun 2019 atau perusahaan tercatat ke-628.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Direktur Utama HRME Christofer Wibisono mengungkapkan, harga Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) ditetapkan sebesar Rp105 per saham.
      Adapun jumlah saham Perseroan yang dilepas ke publik mencapai 1,19 miliar unit. Itu sebesar 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan HRME setelah IPO.
      Dari aksi korporasi ini, Perseroan akan memperoleh tambahan modal Rp125,13 miliar. Sebesar 49,55 persen atau sekitar Rp59,6 miliar, akan digunakan untuk mengakuisi PT Global Samudra Nusantara (GSN), perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran.
      Kemudian, 25,57 persen atau setara dengan Rp31 miliar dipakai untuk mengambil alih saham perusahaan perhotelan PT Wijaya Wisesa Bakti Development.

      Selain itu, 19,98 persen atau senilai Rp24 miliar dialokasikan guna meningkatkan modal ke perusahaan investasi yaitu PT Wijaya Wisesa Development. Perusahaan ini memiliki 30 persen saham di Royal Beach Seminyak, Bali.
      "Adapun sisanya 4,90 persen dari dana hasil PUP, akan digunakan untuk modal kerja," ujarnya
      Dalam aksi korporasi ini, HRME menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai perusahaan penjamin pelaksana emisi efek.

      2018, Jumlah Penambahan Emiten di RI Tertinggi di Asia

      Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan, jumlah perusahaan tercatat atau emiten di pasar modal RI tertinggi dibandingkan dengan Asia. 
      Pihaknya pun mengaku terus mengedukasi serta sosialisasi seperti workshop dan seminar untuk menggenjot semakin banyak perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). 
      "Tahun 2018 Indonesia ada 57 perusahaan IPO, Malaysia 22 perusahaan, Thailand 19, Singapura 18, Vietnam 3 perusahaan serta Filipina 1 perusahaan," tutur dia di Gedung BEI, Rabu (10/4/2019).
      Dia melanjutkan, jumlah perusahaan IPO di Indonesia bahkan paling tinggi di Asia yakni di posisi ke-10. Sedangkan dari segi kapitalisasi Indonesia menduduki peringkat ke-25.
      "Jumlah IPO di Asia kita adalah yang paling tinggi kalau di dunia kita nomor 10. Market capitalization kita nomor 25," ucapnya.
      Dia pun berharap pasar modal Indonesia terus tumbuh dengan ditunjukkan semakin banyak perusahaan menjadi perusahaan terbuka (go public).
      "Harapannya dengan diskusi pagi ini kita sudah ada pasar modal yahh bertumbuh dan yang telah mendapatkan pertumbuhan dari Indonesia," kata dia.

      Sumber : Liputan 6

      Wednesday, April 10, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - Capri Nusa Satu Properti Bakal Catatkan Saham Perdana di BEI


      Index News Update, Jakarta - PT Capri Nusa Satu Properti Tbk akan mencatatkan saham perdana di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham Kamis (11/4/2019).
      Perseroan akan mencatatkan saham perdana dengan kode emiten CPRI. PT Capri Nusa Satu Properti Tbk merupakan emiten ke-9 yang tercatat di BEI sepanjang Januari-April 2019.
      Perseroan menawarkan 683.375.000 saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100. Harga saham perdana yang ditetapkan Rp 125.


      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        Jadi total dana yang diraup dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak Rp 85,42 miliar.
        Dana hasil IPO digunakan untuk menyelesaikan proyek convention center dan perkantoran di Jatiwaringin, Jakarta Timur. Selain itu untuk pembangunan resort dan spa berstandar internasional di Nusa Penida, Bali.
        Sebelumnya perseroan telah menggelar masa penawaran umum pada 29 Maret-4 April 2019. Masa penjatahan pada 8 April 2019, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham dan waran secara elektronik pada 10 April 2019.
        Sedangkan tanggal efektif diraih pada 28 Maret 2019. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

        Tawarkan Waran

        Perseroan juga mengalokasikan saham sebanyak 200 ribu atau sebanyak 0,029 persen dari jumlah saham yang ditawarkan untuk program employee stock allocation atau ESA.
        Secara bersamaan juga perseroan menerbitkan sebanyak 68,33 juta waran seri I yang menyertai saham baru atau sebanyak 3,91 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO. Harga penetapan waran Rp 150.
        Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan.
        Setiap pemegang 10 saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran dengan setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran seri I ini berjangka waktu tiga tahun.

        BEI Targetkan 75 Perusahaan Melantai di Bursa pada 2019

        Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 75 perusahaan baru akan melantai perdana di pasar modal tahun ini. Rencana tersebut masuk ke dalam program IDX Iniatives Go Public 2019.
        Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna mengaku optimistis dengan target tersebut. Itu karena BEI sudah siapkan 5 langkah khusus dalam meraih tujuan itu.
        "Strategi kita ada 5 yakni Go Public Branding, Institutional Relation, High Level Approach, Stakeholder Engagement, dan Issuer Incentive," ujarnya di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
        Dia menambahkan, 75 perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) itu terdiri dari perusahaan menerbitkan obligasi, melepaskan saham, dan menerbitkan kontrak investasi kolektik (KIK).
        Dari 75 perusahaan yang akan IPO itu, lanjutnya, 57 di antaranya merupakan perusahaan yang akan mencatatkan saham (IPO melalui saham). Adapun saat ini didalam pipeline BEI terdapat 14 perusahaan yang akan menjadi perusahaan tercatat.
        5 diantaranya bergerak disektor properti, real estate, consumer goods, infrastruktur, keuangan dan perdagangan. Sementara itu, untuk periode Januari 2019-20 Maret 2019 sudah ada 7 perusahaan tercatat yang melantai di bei.
        Itu dengan total dana masyarakat yang berhasil dihimpun dari ketujuh perusahaan mencapai Rp 1.148 triliun.
        "Dari bulan Januari sampai 20 Maret sudah ada 7 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Terbaru pagi tadi, Wahana Interfood Nusantara (COCO) IPO," pungkasnya.

        Sumber : Liputan 6

        Tuesday, April 9, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - IHSG Melemah Terbatas Imbas Bursa Global Tertekan


        Index News Update, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu pekan ini. Tekanan IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia dan global merosot.
        Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (10/4/2019), IHSG turun 7,56 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.476,78.
        Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG tergelincir 13,78 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.470,56. Indeks saham LQ45 susut 0,35 persen ke posisi 1.020,71. Sebagian besar indeks saham acuan tergelincir.

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Sebanyak 92 saham melemah dan 67 saham menguat. 98 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.478,16 dan terendah 6.462,11.
          Total frekuensi perdagangan saham 13.203 kali dengan volume perdagangan 1,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 388,6 miliar. Investor asing jual saham Rp 2,67 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.155.
          10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham infrastruktur susut 1,02 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi tergelincir 0,57 persen dan sektor saham aneka industri merosot 0,51 persen.
          Saham pendatang baru MTPS melonjak 50 persen ke posisi Rp 480 per saham, saham MFMI mendaki 20,69 persen ke posisi Rp 700 per saham, dan saham GHON menanjak 16,79 persen ke posisi Rp 1.600 per saham.
          Sedangkan sektor saham yang melemah antara lain saham BSSR turun 5,16 persen ke posisi Rp 2.020 per saham, saham SRTG merosot 4 persen ke posisi Rp 3.600 per saham, dan saham IMJS susut 3,57 persen ke posisi Rp 635 per saham.
          Bursa saham Asia kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,70 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,27 persen, indeks saham Jepang Nikkei susut 0,73 persen.
          Selain itu, indeks saham Shanghai melemah 0,87 persen, indeks saham Singapura turun 0,05 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,27 persen.

          Prediksi Analis

          Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali menguat dengan diperdagangkan pada level support dan resistance di 6.447-6.502
          Analis PT Artha Sekuritas Juan Oktavianus Harahap mengatakan, penguatan IHSG dikonfirmasikan oleh IHSG berhasil menguji weighted average Bollinger band.
          Oleh karena itu, menurutnya IHSG akan kembali bergerak ke zona hijau pada kisaran 6.447-6.502.
          "Untuk selanjutnya, pelaku pasar mencermati perundingan perdagangan AS-China yang semakin dekat dengan kesepakatan perdagangan," tuturnya di Jakarta, Rabu (10/4/2019).
          Menambahkan, Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memprediksi IHSG akan rebound dalam jangka pendek di rentang 6415-6500.
          Adapun pada hari ini ia merekomendasikan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS).
          Kemudian Juan memilih saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

          Perdagangan Kemarin

          Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Hal ini ditopang aksi beli investor asing di pasar regular.
          Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 9 April 2019, IHSG menguat 58,61 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.484,34. Indeks saham LQ45 mendaki 0,89 persen ke posisi 1.024,35. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.
          Sebanyak 243 saham menguat sehingga mendukung penguatan IHSG. 156 saham melemah dan 126 saham diam di tempat.
          Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.484,39 dan terendah 6.429,53.
          Total frekuensi perdagangan saham 431.886 kali dengan volume perdagangan 15,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 517,01 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.133.
          10 sektor saham menguat sehingga mendukung penguatan IHSG. Sektor saham aneka industri naik 1,77 persen, dan bukukan penguatan terbesar.
          Disusul sektor saham konstruksi menanjak 1,54 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 1,34 persen.
          Saham-saham catatkan top gainers antara lain saham RAJA mendaki 25 persen ke posisi Rp 300 per saham, saham DUTI melonjak 17,45 persen ke posisi Rp 6.900 per saham, dan saham BNLI menguat 10 persen ke posisi Rp 990 per saham.
          Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham RODA turun 24,73 persen ke posisi Rp 414 per saham, saham APII tergelincir 20,61 persen ke posisi Rp 181 per saham, dan saham GLOB terpangkas 12,61 persen ke posisi Rp 402 per saham.
          Bursa saham Asia sebagian besar menguat kecuali indeks saham Shanghai susut 0,16 persen. Sementara itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,27 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,13 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,19 persen.
          Selain itu, indeks saham Thailand mendaki 0,71 persen, indeks saham Singapura bertambah 0,31 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,47 persen.
          Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pergerakan IHSG relatif menguat di tengah sentimen negatif dari global ketidakpastian Brexit dan negosiasi dagang a lot antara Amerika Serikat dan China.
          "Kenaikan cadangan devisa Indonesia dari USD 123,3 miliar menjadi USD 124,5 miliar turut memberikan sentimen positif bagi penguatan indeks saham," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

          Sumber : Liputan 6

          Monday, April 8, 2019

          INDEX NEWS UPDATE - IHSG Berpotensi Naik Terbatas, Simak Saham Pilihan Ini


          Index News Updarte, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Selasa pekan ini.
          IHSG akan berada di level support dan resistance di 6.382-6.476 Analis PT Artha Sekuritas, Dennies Christoper menilai, penguatan IHSG tersebut disebabkan perdagangan saham pada Senin 8 April 2019 telah oversold (jenuh jual).

          "Meski IHSG ditutup melemah pada perdagangan saham Senin, tapi karena sudah oversold maka ada potensi mengalami rebound dalam jangka pendek. Kemungkinan di kisaran 6.382-6.476," ujar dia di Jakarta, Selasa (9/4/2019).
          Selain itu, dia menambahkan, data cadangan devisa Indonesia yang cukup baik diperkirakan akan mendorong optimisme pasar dan penguatan IHSG. Adapun pergerakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen global.

          Pilihan Saham

          Sementara itu, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya mengungkapkan, rilis data perekonomian tentang penjualan ritel diharapkan dapat menopang IHSG melaju hijau.
          Dia memprediksi, IHSG berpotensi menghijau dalam jangka pendek pada rentang support dan resistance di 6386 – 6.585.
          Untuk saham yang direkomendasikan pada hari ini ialah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan Gudang Garam Tbk (GGRM).
          Sedangkan Dennies merekomendasikan saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), serta PT Astra International Tbk (ASII).

          Perdagangan Saham Kemarin

          Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu terjadi di tengah aksi beli investor asing.
          Pada penutupan perdagangan saham, Senin (8/4/2019), IHSG melemah 48,28 poin atau 0,75 persen ke poisisi 6.425,73. Indeks saham LQ45 turun 0,59 persen ke posisi 1.015,28. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
          Sebanyak 261 saham melemah sehingga menekan IHSG. 172 saham menguat dan 117 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.484,14 dan terendah 6.390,71.
          Total frekuensi perdagagan saham 397.705 kali dengan volume perdagangan 14,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 726,59 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.163.
          Sebagian besar sektor saham merosot kecuali sektor saham keuangan naik 0,03 persen. Sektor saham infrastruktur turun 2,06 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham pertanian susut 1,3 persen dan sektor saham barang konsumsi tergelincir 1,23 persen.
          Saham-saham yang cetak penguatan antara lain saham APII naik 24,59 persen ke posisi Rp 228 per saham, saham GLOB mendaki 15 persen ke posisi Rp 460 per saham, dan saham AGRS melonjak 6,21 persen ke posisi Rp 308 per saham.
          Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham RODA turun 24,66 persen ke posisi Rp 550 per saham, saham HITS merosot 9,49 persen ke posisi Rp 620 per saham, dan saham FREN terpangkas 8,73 persen ke posisi Rp 115 per saham.
          Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,47 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,04 persen, indeks saham Thailand menanjak 0,12 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,90 persen.
          Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei turun 0,21 persen, indeks saham Shanghai tergelincir 0,05 persen dan indeks saham Singapura susut 0,22 persen.
          Sebelumnya, Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menilai tekanan IHSG cenderung karena teknikal.  Tekanan IHSG yang terjadi belum dipengaruhi faktor fundamental. Hal ini mengingat nilai tukar rupiah cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan cadangan devisa per Maret 2019 naik jadi USD 124,5 miliar.
          "Berdasarkan indikator MACD sudah berada di area positif. Sementara itu stochastic dan RSI masih berada di area netral. Meski demikian terlihat pola long black closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support," ujar dia.

          Sumber : Liputan 6

          Thursday, April 4, 2019

          INDEX NEWS UPDATE - IHSG Diprediksi Melemah, Simak Saham Pilihan Ini


          Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan saham Jumat (5/4/2019).
          Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memprediksi, IHSG masih akan bergerak tertahan dengan support dan resistance 6410-6520.
          Dia menjelaskan, kemungkinan IHSG untuk melaju ke zona merah itu terlihat secara teknikal.
          "Indikasi terkoreksi masih cenderung membayangi melihat trend line jangka menengah yang membentuk pola bearish trend," ujarnya di Jakarta.

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            Berbeda, Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper mengungkapkan, IHSG akan menguat. Namun, penguatan itu pun masih akan bersifat terbatas.
            "Indikator stochastic bergerak mendekati area overbought menandakan rentang penguatan akan terbatas di kisaran 6.481-6.506," ucap dia.
            Adapun saham rekomendasi menurut Dennies ialah saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Astra International Tbk (ASII).
            Sedangkan Lanjar menganjurkan saham PT JAPFA Tbk (JPFA), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), serta PT Malindo Feedmil Tbk (MAIN).

            Kinerja IHSG Tumbuh 4 Persen pada Kuartal I 2019

            Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung konsolidasi pada kuartal I 2019. Hal itu seiring pelaku pasar wait and see kondisi dalam negeri dan luar negeri pada Maret 2019.
            Mengutip data Bloomberg, Kamis (4/4/2019), IHSG naik 4,4 persen dari posisi 6.194,50 pada 28 Desember 2018 menjadi 6.468,76 pada 29 Maret 2019.
            Pada awal 2019, laju IHSG cenderung menguat. Dari posisi 6.194 pada 28 Desember 2018 ke posisi 6.532 pada 31 Januari 2019.
            Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG cenderung menguat pada Januari 2019 didorong January Effect. Saat itu juga sentimen perang dagang China-Amerika Serikat (AS) juga mulai mereda. 


            •  
            Dari eksternal, pernyataan bank sentral AS atau the Federal Reserve yang cenderung dovish dengan bersabar untuk menaikkan suku bunga pada 2019.
            "Januari ada January Effect membuat IHSG menguat," ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
            Akan tetapi, menurut Nafan, memasuki Februari hingga Maret 2019, IHSG cenderung konsolidasi. Hal ini karena pasar masih wait and see sentimen global dan internal. Dari global, pelaku pasar khawatir dengan pertumbuhan ekonomi global.
            IHSG cenderung konsolidasi ini juga ditunjukkan dari posisi IHSG di 6.547,87 pada 6 Februari 2019 kemudian cenderung turun ke posisi 6.366 pada 11 Maret 2019. Laju IHSG pun beranjak naik sejak 12 Maret 2019. Hingga akhirnya berada di posisi 6.468,76 pada 29 Maret 2019.
            "IHSG sideways memasuki Februari hingga kini. Pelaku pasar wait and see terkait dinamika politik dalam negeri dengan aka nada pesta demokrasi. Sedangkan sentimen global agak positif dari dovish the Federal Reserve. Pelaku pasar juga khawatir resesi," ujar Nafan.
            Hingga perdagangan 1 April 2019, sektor saham infrastruktur, utilitas, dan transportasi mencatatkan performa tertinggi dengan naik 9,08 persen. Kemudian sektor saham keuangan menguat 7,56 persen dan sektor saham properti, real estate, dan konstruksi tumbuh 5,55 persen. Hal itu seperti dikutip dari data BEI.
            Nafan perkirakan, IHSG sentuh posisi 6.675 dalam jangka pendek. Memasuki awal kuartal II 2019, Nafan menilai pelaku pasar masih wait and see terutama menyambut penyelenggaran pemilihan umum (pemilu) 2019. Akan tetapi, IHSG berpotensi menguat kalau dilihat secara historical.
            "Rata-rata IHSG tumbuh 55,98 persen dari pelaksanaan pemilu 1999,2004,2009, dan 2014. Secara historical cenderung menguat. Pelaku pasar akan mulai berani masuk usai pemilu menunjukkan hasil positif,” ujar dia.
            Adapun sentimen lainnya yang akan pengaruhi yaitu lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating yang menyebutkan prospek Indonesia masih stabil juga jadi katalis positif dan kategori investment grade.
            Selain itu, stabilitas fundamental ekonomi Indonesia yang terjaga, meredanya sentimen perang dagang antara AS-China, dan berakhirnya rezim suku bunga tinggi bagi bank sentral dunia akan topang IHSG ke depan.
            "Namun ketidakpastian Brexit, geopolitik, negosiasi perdagangan AS-China dan ancaman defisit neraca dagang akibat tergantung impor juga jadi hambatan," kata dia.

            Sumber : Liputan 6

            Wednesday, April 3, 2019

            INDEX NEWS UPDATE - Musim Bagi Dividen, IHSG Diprediksi Menghijau


            Index News Update, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat dengan diperdagangkan pada level support dan resistance di 6.456-6.492.
            Analis PT Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menilai, penguatan IHSG dikarenakan dari dalam negeri, investor akan cenderung untuk kembali masuk ke pasar saham mengingat saat ini adalah periode pembagian dividen.
            Selain itu, pergerakan IHSG juga masih akan dipengaruhi faktor global terutama menunggu kelanjutan dari negosiasi antara China dan Amerika Serikat.
            BACA JUGA :
            PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
            RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
            PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
            PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
              "Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan bergerak ke zona hijau pada rentang 6.456-6.492," tuturnya di Jakarta, Kamis (4/3/2019).
              Meski begitu, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengemukakan, secara teknikal IHSG berpeluang terkoreksi.
              IHSG menurutnya akan tertekan dengan diperdagangkan di kisaran 6.438-6.508
              Adapun untuk saham yang direkomendasikan hari ini ialah saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
              Sedangkan Dennies memilih saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), serta PT Astra International Tbk (ASII).

              Perdagangan Selasa Lalu

              Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (2/4/2019), IHSG menguat 23,45 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.476,06. Indeks saham LQ45 menguat 0,35 persen ke posisi 1.019,70. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat.
              Sebanyak 185 saham menguat. Sedangkan 206 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG dan 140 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.490,07 dan terendah 6.454,98.
              Total frekuensi perdagangan saham 390.504 kali dengan volume perdagangan 14,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,9 triliun. Investor asing beli saham Rp 89,40 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi Rp 14.220. 
              Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham tambang turun 0,64 persen, sektor saham industri dasar susut 0,21 persen dan sektor saham perdagangan melemah 0,13 persen.
              Sementara itu, sektor saham pertanian menguat 2,2 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri mendaki 2,07 persen dan sektor saham manufaktur menguat 0,57 persen.
              Saham-saham catatkan penguatan terbesar antara lain saham CSIS naik 23,28 persen ke posisi Rp 143 per saham, saham TRIS melonjak 20,72 persen ke posisi Rp 268 per saham, dan saham BRAM mendaki 20 persen ke posisi Rp 9.300 per saham.
              Sementara itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham BLTA tergelincir 34,52 persen ke posisi Rp 55 per saham, saham MFMI merosot 14,75 persen ke posisi Rp 520 per saham, dan saham ETWA terpangkas 10,71 persen ke posisi Rp 75 per saham.