Thursday, May 16, 2019

INDEX NEWS UPDATE - IHSG Bakal Tersungkur Imbas Tensi Perang Dagang


Index News Update, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dipengaruhi tensi perang dagang yang memanas. Dua analis kompak memproyeksikan IHSG bakal tersungkur pada perdagangan saham Jumat (17/5/2019).
Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper menuturkan, meski pelemahan beberapa hari terakhir telah memasuki area oversold, IHSG diperkirakan masih akan bergerak ke zona merah.
Hari ini, menurutnya IHSG akan cenderung terkoreksi dengan diperdagangkan pada area support dan resistance di 5.853-5.973.

BACA JUGA :
PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
    Senada, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Gustama mengatakan, IHSG memang masih menunjukan tren bearish (pelemahan) sampai dengan hari ini.
    Namun, dirinya cukup optimistis IHSG berpeluang untuk berlabuh ke level 6000. Adapun pada hari ini dia memprediksi IHSG tertekan di rentang 5.811-6.061
    Dia melanjutkan, saham perbankan laik untuk dibeli hari ini seperti saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
    Kemudian Christoper yang merekomendasikan saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), serta PT Medco Energy Tbk (MEDC).

    Seluruh Sektor Saham Melemah, IHSG Ditutup Memerah

    Gerak IHSG belum mau beranjak dari zona merah pada perdagangan saham hari ini. Bahkan seluruh sektor saham memerah.
    Pada penutupan perdagangan saham Kamis (16/5/2019), IHSG melemah 85,14 poin atau 1,42 persen ke posisi 5.890,73.  Sementara indeks saham LQ45 merosot 1,81 persen ke posisi 915,439. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah, kecuali Pefindo25.
    Sebanyak 94 saham menguat dan tak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Sementara 323 melemah dan 117 diam di tempat.
    Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.009,62 dan terendah 5.889,5. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 476.241 kali dengan volume perdagangan 15,5 miliar saham.
    Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 664,21 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.450.
    Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham aneka industri mencatatkan penurunan terbesar2,48 persen. Diikuti konstruksi merosot 2,11 persen, dan industri dasar melemah 1,69 persen.
    Saham-saham yang bukukan penguatan di tengah melemahnya IHSG antara lain saham FIRE naik 19,85 persen ke posisi Rp 11.775 per saham, saham KBLV menguat 17,8 persen ke posisi Rp 450 dan saham KIOS melonjak 13,82 persen ke posisi Rp 700 per saham.
    Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham POSA turun 24,8 persen ke posisi Rp 370 per saham, saham ABMM merosot 24,40 persen ke posisi Rp 1.425 per saham, dan saham BSSR susut 20,75 persen ke posisi Rp 1.260 per saham.

    Awal Sesi Perdagangan Saham, IHSG Melemah 11,02 Poin

    Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (16/5/2019), IHSG susut 11,02 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.969,85. Namun, IHSG akhirnya berbalik ke zona hijau naik 18 poin ke posisi 5.998. Indeks saham LQ45 susut 0,48 persen ke posisi 927,80. Sebagian besar indeks saham acuan koreksi.
    Sebanyak 124 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. 80 saham menguat dan 118 saham diam di tempat.
    Pada awal perdagangan saham, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.980,04 dan terendah 5.954,45.
    Total frekuensi perdagangan saham 29.374 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 507,5 miliar. Investor asing jual saham Rp 56,99 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.468.
    Sebagian besar sektor saham menguat dan melemah. Sektor saham tambang naik 0,43 persen, dan catatkan penguatan terbesar.
    Sementara itu, sektor saham perdagangan susut 0,33 persen dan membukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi tergelincir 0,17 persen dan sektor saham barang konsumsi melemah 0,09 persen.
    Saham-saham yang menguat antara lain saham LAND menguat 19 persen ke posisi Rp 1.190 per saham, saham FIRE menanjak 15,52 persen ke posisi Rp 11.350 per saham, dan saham BUVA menanjak 8,13 persen ke posisi Rp 133 per saham.
    Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham HRME turun 10,34 persen ke posisi Rp 260 per saham, saham POSA tergelincir 9,76 persen ke posisi Rp 444 per saham, dan saham META turun 4,17 persen ke posisi Rp 184 per saham.
    Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 0,18 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,61 persen, indeks saham Singapura dan Taiwan masing-masing melemah 0,17 persen. Sementara itu, indeks saham Shanghai naik 0,18 persen.

    Sumber : Liputan 6

    Wednesday, May 15, 2019

    INDEX NEWS UPDATE - Jasnita Telekomindo Catatkan Saham Perdana di BEI


    Index News Update, Jakarta - PT Jasnita Telekomindo Tbk, perusahaan bergerak di bidang telekomunikasi dan layanan jaringan akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham JAST.
    Mengutip laman KSEI, Kamis (16/5/2019), PT Jasnita Telekomindo Tbk mencatatkan saham di papan pengembangan BEI.Perseroan melepas 203.406.700 unit saham dengan nilai nominal Rp 100. Harga penawaran saham perdana Rp 246.
    Jadi total dana yang diraup dari hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 50,03 miliar.

    BACA JUGA :
    PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
    RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
    PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
    PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
      Perseroan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 30 April 2019. Perseroan melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada 3-9 Mei 2019, penjatahan pada 13 Mei 2019.
      Distribusi saham secara elektrobik dan pengembalian uang pemesanan pada 15 Mei 2019. Pencatatan saham di BEI pada 16 Mei 2019. Perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas untuk melakukan IPO.

      BEI Targetkan 75 Perusahaan Melantai di Bursa Tahun Ini

      Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan 75 perusahaan baru akan melantai perdana di pasar modal tahun ini. Rencana tersebut masuk ke dalam program IDX Iniatives Go Public 2019.
      Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna mengaku optimistis dengan target tersebut. Itu karena BEI sudah siapkan lima langkah khusus dalam meraih tujuan itu.
      "Strategi kita ada 5 yakni Go Public Branding, Institutional Relation, High Level Approach, Stakeholder Engagement, dan Issuer Incentive," ujarnya di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019.
      Dia menambahkan, 75 perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) itu terdiri dari perusahaan menerbitkan obligasi, melepaskan saham, dan menerbitkan kontrak investasi kolektik (KIK).
      Dari 75 perusahaan yang akan IPO itu, lanjutnya, 57 di antaranya merupakan perusahaan yang akan mencatatkan saham (IPO melalui saham). Adapun saat ini didalam pipeline BEI terdapat 14 perusahaan yang akan menjadi perusahaan tercatat.
      5 diantaranya bergerak disektor properti, real estate, consumer goods, infrastruktur, keuangan dan perdagangan. Sementara itu, untuk periode Januari 2019-20 Maret 2019 sudah ada 7 perusahaan tercatat yang melantai di bei.
      Itu dengan total dana masyarakat yang berhasil dihimpun dari ketujuh perusahaan mencapai Rp 1.148 triliun.
      "Dari bulan Januari sampai 20 Maret sudah ada 7 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI. Terbaru pagi tadi, Wahana Interfood Nusantara (COCO) IPO," pungkasnya.

      Tuesday, May 14, 2019

      INDEX NEWS UPDATE - Tekanan Jual Mereda, IHSG Berpeluang Rebound


      Index News Update, Jakarta Gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan mencoba menguat (rebound) pada perdagangan saham hari ini. Penguatan IHSG disebabkan tekanan aksi jual yang kini cenderung mereda.
      Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengungkapkan, IHSG kemungkinan diperdagangkan pada zona hijau di rentang 6.035-6.103.

      BACA JUGA :
      PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
      RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
      PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
      PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
        "Penguatan beberapa hari terakhir sudah dinilai oversold, tekanan jual diperkirakan akan melemah sehingga ada potensi rebound dalam jangka pendek," terangnya di Jakarta, Rabu (15/5/2019).
        Sementara itu, dari dalam negeri, Investor akan menanti rilis data neraca perdagangan untuk bulan april 2019 yang akan dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
        Menambahkan, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan tekanan jual kemungkinan akan berkurang pada satu hingga dua hari ini. Oleh karena itu IHSG berpeluang rebound.
        "IHSG kemungkinan rebound pada kisaran support dan resistance di 6.001-6.036," ucapnya.
        Adapun dia menyarankan investor untuk membeli saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
        Sedangkan Christoper merekomendasikan investor untuk memborong saham PT ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

        Penutupan Kemarin

        Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Imbas ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
        Pada penutupan perdagangan saham,  Selasa (14/5/2019), IHSG merosot 64,19 poin atau 1,05 persen ke posisi 6.071,20. Indeks saham LQ45 susut 1,05 persen ke posisi 950,74. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.
        Sebanyak 249 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. 141 saham menguat dan 133 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.101,09 dan terendah 6.033,61.

        Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 479.198 kali dengan volume perdagangan 13 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun. Investor asing jual saham Rp 1,2 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.430.
        Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham perdagangan naik 0,24 persen. Sektor saham industri dasar turun 1,74 persen, dan bukukan penurunan terbesar.
        Disusul sektor saham keuangan susut 1,38 persen dan sektor saham manufaktur melemah 1,25 persen.
        Saham-saham catatkan penguatan antara lain saham SOTS naik 27,91 persen ke posisi Rp 330 per saham, saham MTPS melonjak 24,39 persen ke posisi Rp 765 per saham, dan saham POSA mendaki 24,68 persen ke posisi Rp 394 per saham.
        Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MASA merosot 24,55 persen ke posisi Rp 630 per saham, saham DUTI susut 19,65 persen ke posisi Rp 4.600 per saham, dan saham WINS terpangkas 11,36 persen ke posisi Rp 195 per saham.
        Bursa saham Asia sebagian besar melemah kecuali indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,14 persen.
        Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,5 persen, indeks saham Jepang Nikkei merosot 0,59 persen, indeks saham Thailand turun 0,46 persen, indeks saham Shanghai tergelincir 0,69 persen, indeks saham Singapura susut 0,33 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,37 persen.
        Analis PT Binartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, masih minimnya sentimen positif dari domestik serta meningkatnya sentimen negatif dari perang dagang antara AS dengan China turut memberikan efek kepada pelemahan IHSG.
        Selain itu, ia menilai, kalau tekanan IHSG masih wajar ini mengingat berlakunya pepatah sell in may and go away.
        Nafan menuturkan, kondisi saat ini dapat mendorong pelaku pasar untuk akumulasi beli dengan catatan bila sentimen positif tiba. Ia prediksi, IHSG dapat kembali positif dengan didukung stabilitas fundamental domestik yang inklusif dan berkesinambungan.
        "Secara teknikal, IHSG sudah sangat oversold," kata Nafan.
        Ia menambahkan, pelaku pasar juga menanti rilis data neraca perdagangan April 2019. Bila hasilnya di atas konsensus pasar akan menjadi sentimen positif untuk IHSG. Adapun untuk sektor saham pilihannya antara lain sektor saham tambang, aneka industri, konsumer, properti, infrastruktur, keuangan dan jasa yang dapat dicermati pelaku pasar.

        Sumber : Liputan 6

        Thursday, May 9, 2019

        INDEX NEWS UPDATE - Perang Dagang Memanas, IHSG Diproyeksi Tertekan


        Index News Update, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan saham Jumat ini. Memanasnya kembali perang dagang menjadi sentimen yang mempengaruhi laju gerak IHSG.
        Adapun investor masih akan menunggu kepastian dari negosiasi antara China dan Amerika Serikat (AS).
        "Ada indikasi China dan AS tidak menemukan titik temu dalam negosiasi perdagangan. Melihat itu, IHSG kemungkinan terkoreksi dengan diperdagangkan pada level 6.176-6.241," tutur Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

        BACA JUGA :
        PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
        RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
        PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
        PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
          Selain itu, sentimen global lainnya terutama dari AS atas sikap dari Trump yang menekan Iran dalam ekspor minyak maupun kisruh politik Trump dangan Partai Demokrat adanya upaya ingin pemakzulan dirinya, dapat dipandang sebagai risiko dari global, sedangkan katalis lainnya hanya bisa sebagai penopang bagi pasar.
          Kendati bersamaan musim keluarnya laporan laba perusahaan, hanya akan bisa mendorong IHSG bergerak mixed.
          Sementara itu, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji mengungkapkan IHSG masih akan berlanjut bearish (melemah) dengan rentang 6.153-6.282.
          Adapun saham rekomendasinya hari Jumat ini adalah saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
          Sedangkan Frederik memilihkan saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

          Penutupan Kemarin

          Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada perdagangan saham Kamis kemarin. Aksi jual investor asing bebani laju IHSG.
          Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (9/5/2019), IHSG merosot 71,39 poin atau 1,14 persen ke posisi 6.198,80. Posisi IHSG turun di bawah level 6.200, dan catatkan posisi terendah sejak Januari 2019. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,74 persen ke posisi 971,74. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.
          Sebanyak 304 saham merosot sehingga serat IHSG ke zona merah. 119 saham menguat dan 106 saham diam di tempat. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.259,62 dan terendah 6.195,38. 
          Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 481.585 kali dengan volume perdagangan saham 12,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,2 triliun. Investor asing jual saham Rp 1,55 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.350.
          Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,61 persen. Sektor saham industri dasar melemah 2,93 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri merosot 2,54 persen dan sektor saham konstruksi terpangkas 1,85 persen.
          Saham-saham catatkan top gainer saat IHSG melemah antara lain saham MTPS menguat 24,79 persen ke posisi Rp 755 per saham, saham AMIN melonjak 21,21 persen ke posisi Rp 480 per saham, dan saham STTP mendaki 18,75 persen ke posisi Rp 3.800 per saham.
          Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham KIOS merosot 23,70 persen ke posisi Rp 515 per saham, saham BIKA tergelincir 17,60 persen ke posisi Rp 206 per saham, dan saham TKIM terpangkas 15,49 persen ke posisi Rp 7.775 per saham.
          Bursa saham Asia kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 2,39 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 3,04 persen, dan catatkan penurunan terbesar.
          Disusul indeks saham Jepang Nikke melemah 0,93 persen, indeks saham Thailand tergelincir 0,35 persen, indeks saham Shanghai merosot 1,48 persen, indeks saham Singapura susut 0,43 persen dan indeks saham Taiwan melemah 1,74 persen.

          Sumber : Liputan 6

          Wednesday, May 8, 2019

          INDEX NEWS UPDATE - Tunggu Negosiasi Dagang AS-Cina, IHSG Bakal ke Zona Hijau


          Index News Update, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan saham Kamis (9/5/2019).
          Sentimen hari ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Secara keseluruhan, investor masih akan menunggu kabar baik dari negosiasi antara China dan Amerika Serikat (AS).

          BACA JUGA :
          PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
          RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
          PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
          PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
            Melihat itu, Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper memprediksi IHSG kemungkinan akan diperdagangkan pada rentang 6.244-6.284
            "Sementara itu, secara teknikal indikator stochastic IHSG berada para area oversold," terangnya di Jakarta.
            Saham laik beli ini yaitu saham PT Matahari Departmen Store Tbk (LPPF), saham HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
            Melanjutkan, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji memperkirakan IHSG akan ditutup rebound dan kemungkinan akan berlabuh di level 6.217-6.297
            Adapun saham yang disaranka adalah saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

            Penutupan Kemarin

            Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada penutupan perdagangan hari ini. 
            Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (8/5/2019), IHSG melemah 27,11 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.270,20. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,53 persen ke posisi 988,9. Seluruh indeks saham acuan kompak memerah.
            Sebanyak 147 saham menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Kemudian 243 saham melemah dan 13o saham diam di tempat. Pada hari ini, IHSG berada di level tertinggi 6.270,88 dan terendah 6.231,36
            Adapun total frekuensi perdagangan saham 385.893 kali dengan volume perdagangan saham 14 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,5 triliun.
            Investor asing jual saham Rp 629,27 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.296.
            Seluruh sektor saham kompak memerah. Aneka industri mencatatkan pelemahan terbesar 1,37 persen, diikuti sektor saham pertambangan turun 1,15 persen dan keuangan sebesar 0,57 persen.
            Saham-saham yang menguat antara lain saham KICI menanjak 19,40 persen ke posisi Rp 320 per saham, saham LRNA mendaki 16,77 persen ke posisi Rp 181 per saham, dan saham BABP naik 17,07 persen ke posisi Rp 48 per saham.
            Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham FISH turun 22,25 persen ke posisi Rp 2.900 per saham, saham MTPS tergelincir 18,79 persen ke posisi Rp 605 per saham, dan saham UNIC merosot 17,37 persen ke posisi Rp 3.710 per saham.

            Sumber : Liputan 6

            Tuesday, May 7, 2019

            INDEX NEWS UPDATE - IHSG Diprediksi Kembali Menghijau


            Index News Update, Jakarta Performa indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan kembali bergerak positif pada perdagangan saham Rabu (8/5/2019).
            Pada hari ini, pergerakan IHSG akan lebih dipengaruhi perkembangan dari negosiasi dagang China dan Amerika Serikat (AS).

            BACA JUGA :
            PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
            RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
            PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
            PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
              "Pihak China mengatakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He akan ikut dalam rombongan yang mengunjungi AS pada tanggal 9 dan 10 Mei," terang Analis Riset PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan di Jakarta.
              Dia menjelaskan, IHSG kemungkinan akan ditutup ke zona hijau dengan diperdagangkan di kisaran 6.273-6.316.
              Sementara itu, Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan bergerak perkasa dengan diproyeksikan pada rentang support dan resistance 6.260-6.426.
              Sementara itu, untuk saham rekomendasi, dia menyarankan saham yang cukup beragam hari ini. Itu seperti saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT JAPFA Tbk (JPFA).
              Sedangkan Dennies hanya memilih saham PT Matahari Departmen Store Tbk (LPPF) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

              Penutupan Kemarin

              Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini, usai alami koreksi tajam pada perdagangan kemarin.
              Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (7/5/2019), IHSG menguat 40,96 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.297,31. Indeks saham LQ45 menguat 0,86 persen ke posisi 994,16. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.
              Sebanyak 237 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 159 saham melemah dan 136 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.310,94 dan terendah 6.268,32.
              Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 417.716 kali dengan volume perdagangan saham 14,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,5 triliun. Investor asing beli saham Rp 527,37 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.280.
              10 sektor saham kompak menghijau kecuali sektor saham tambang turun 0,70 persen dan sektor saham pertanian susut 0,15 persen.
              Sektor saham industri dasar menguat 1,87 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri menanjak 1,24 persen dan sektor saham infrastruktur mendaki 1,13 persen.
              Saham-saham yang menguat antara lain saham saham BUMI menanjak 10,17 persen ke posisi Rp 130 per saham, saham ABBA mendaki 8,76 persen ke posisi Rp 149 per saham, dan saham TRIS melonjak 21,05 persen ke posisi Rp 276 per saham.
              Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain saham GIAA turun 8,1 persen ke posisi Rp 386 per saham, saham MTPS tergelincir 21,99 persen ke posisi Rp 745 per saham, dan saham JAYA merosot 10,57 persen ke posisi Rp 110 per saham.
              Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,52 persen, indeks saham Shanghai menanjak 0,69 persen, indeks saham Singapura menguat 0,67 persen dan indeks saham Taiwan melonjak 0,83 persen.
              Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,88 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 1,51 persen dan indeks saham Thailand merosot 0,49 persen.
              Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, ada sejumlah sentimen pengaruhi IHSG baik dari internal dan eksternal.
              Dari internal, stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan katalis positif bagi terciptanya stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen sebenarnya lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 5,06 persen.
              "Dari eksternal, China berusaha meredam ketidakpastian global akibat sentimen perang dagang Amerika Serikat-China dengan meyakinkan para pelaku investor bahwa proses negosiasi dagang antara kedua negara tersebut masih berlanjut," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.


              Sumber : Liputan 6

              Monday, May 6, 2019

              INDEX NEWS UPDATE - IHSG Diproyeksikan Perkasa, Cermati Saham Ini


              Index News Update, Jakarta Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan saham hari ini.
              Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menuturkan, IHSG kemungkinan ditutup ke zona hijau pada kisaran support dan resistance di level 6.221-6.397.

              BACA JUGA :
              PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
              RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
              PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
              PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
                "Sentimen kenaikan selain faktor teknikal rebound, rilis data consumer confidence yang naik itu menjadi salah satu menjadi sentimen buat besok," terangnya kepada Liputan6.com, Selasa (7/5/2019).
                Dia menambahkan, pada hari ini, saham barang konsumsi hingga karya cocok untuk dibeli. Salah satunya ialah saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
                Seirama, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya memprediksi [IHSG ]( 3953440 "")akan diperdagangkan pada zona hijau dengan rentang 6.198-6.336
                Melanjutkan, saham rekomendasi hari ini menurutnya ialah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
                Sedangkan Alatas menyarankan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Japfa Tbk (JPFA), serta PT United Tractors Tbk (UNTR).

                IHSG Tertekan Imbas Pernyataan Trump hingga Data Ekonomi RI

                Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah pada awal puasa. Aksi jual investor asing menekan laju IHSG.
                Pelemahan IHSG terjadi di tengah rilis data ekonomi Indonesia yang catatkan pertumbuhan 5,07 persen pada kuartal I 2019. Ditambah pernyataan Presiden AS Donald Trump soal negosiasi perdagangan dengan China.
                Berdasarkan data RTI, Senin (6/5/2019), IHSG melemah 63,10 poin atau 1 persen ke posisi 6.256,35. Indeks saham LQ45 merosot 1,17 persen ke posisi 985,70. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

                BACA JUGA :
                PT RIFAN FINANCINDO - Komoditas Emas Akan Jadi Primadona 
                RIFAN FINANCINDO - Investasi Emas Masih Primadona di Tahun Politik
                PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Emas masih akan Menjadi Komoditas Paling Menarik untuk Investasi Berjangka Tahun ini 
                PT RFB - Berikan Gambaran Investasi di Tahun 2019, RFB Gelar Investment Outlook
                  Sebanyak 309 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. 100 saham menguat dan 123 saham diam di tempat. Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.263,08 dan terendah 6.207,62.
                  Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 362.468 kali dengan volume perdagangan 11,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,5 triliun. Investor asing lepas saham Rp 727,99 miliar di pasar regular.
                  Posisi dolar Amerika Serikat melemah ke posisi 14.293. Sebelumnya dolar AS perkasa terhadap rupiah di kisaran 14.300.
                  Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,35 persen. Sektor saham industri dasar tergelincir 2,05 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan susut 1,96 persen dan sektor saham konstruksi melemah 1,52 persen.
                  Saham-saham yang mencatatkan keuntungan antara lain saham HERO naik 8,89 persen ke posisi Rp 980 per saham, saham ADMG melonjak 8,87 persen ke posisi Rp 270 per saham, dan saham KPAS menanjak 8,45 persen ke posisi Rp 154 per saham.
                  Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham HITS susut 18,75 persen ke posisi Rp 650 per saham, saham TRIO melemah 11,86 persen ke posisi Rp 52 per saham, dan saham SMGR terpangkas 8,98 persen ke posisi Rp 11.150 per saham.
                  Bursa saham Asia pun tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 2,9 persen, indeks saham Shanghai tergelincir 5,58 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Lalu indeks saham Singapura merosot 2,99 persen dan indeks saham Taiwan terpangkas 1,8 persen.

                  Sumber : Liputan 6