PT Rifan Financindo Berjangka - Dalam sebulan terakhir, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 11,7%, namun pada Selasa, 29 Juli 2025, harga emas tersebut tercatat mengalami koreksi kembali. Kami menyajikan ulasan mendalam terkait pergerakan harga, faktor pemicu, serta proyeksi jangka pendek yang perlu dicermati investor.
Harga Emas Antam 29 Juli 2025: Koreksi Setelah Reli
Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam untuk satuan 1 gram turun sebesar Rp7.000 menjadi Rp1.245.000 per gram. Penurunan ini terjadi setelah harga sempat menyentuh level tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Berikut adalah daftar harga terkini berdasarkan ukuran pecahan:
| Pecahan Emas | Harga per 29 Juli 2025 | Perubahan |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp672.500 | -Rp3.500 |
| 1 gram | Rp1.245.000 | -Rp7.000 |
| 2 gram | Rp2.430.000 | -Rp14.000 |
| 5 gram | Rp6.025.000 | -Rp35.000 |
| 10 gram | Rp12.000.000 | -Rp70.000 |
| 25 gram | Rp29.875.000 | -Rp175.000 |
| 50 gram | Rp59.650.000 | -Rp350.000 |
| 100 gram | Rp119.200.000 | -Rp700.000 |
Penyebab Penurunan Harga Emas Antam Hari Ini
1. Penguatan Dolar AS
Penguatan indeks dolar AS dalam dua hari terakhir menjadi salah satu pemicu utama turunnya harga emas dunia, yang turut memengaruhi harga emas domestik. Investor global kembali memburu aset dolar sebagai bentuk lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi di Asia dan Eropa.
2. Koreksi Teknikal Setelah Kenaikan Agresif
Reli harga emas selama sebulan terakhir menyebabkan kondisi pasar menjadi jenuh beli (overbought). Koreksi ini dipandang sebagai hal wajar dalam siklus teknikal jangka pendek.
3. Spekulasi Kebijakan Suku Bunga The Fed
Pasar mengantisipasi pidato dari Ketua The Fed yang dijadwalkan akhir pekan ini. Spekulasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu lebih lama turut menekan harga emas global.
Analisis Pasar Logam Mulia Global
Harga Emas Dunia (Spot Gold)
Harga emas dunia per 29 Juli 2025 berada di kisaran USD 2.417 per troy ounce, terkoreksi 0,4% dibandingkan sesi sebelumnya. Pelaku pasar mencermati data inflasi inti di AS dan laporan pengangguran mingguan yang akan dirilis Kamis ini.
Permintaan Emas Fisik Asia Menurun
Tiongkok dan India sebagai dua konsumen utama emas global mencatatkan penurunan permintaan fisik akibat harga yang terlalu tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini turut menahan momentum kenaikan harga global.

No comments:
Post a Comment